Denpasar, Bimas Islam -- Pemahaman masyarakat terkait pelaksanaan rukyatulhilal yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menentukan hari-hari penting dalam Islam masih terbilang minim.
Terkait itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib mengatakan, ketenteraman dan kenyamanan masyarakat perlu diciptakan. Karenanya, penting bagi pemerintah untuk terus memberi edukasi dan informasi kepada seluruh masyarakat terkait pelaksanaan rukyatulhilal.
"Tentu kita harus memberi jawaban yang clear dan informasi yang benar agar bisa menciptakan ketenteraman dan kenyamanan di tengah masyarakat," paparnya, Kamis (20/7/2023), pada kegiatan Diseminasi Nasional Kriteria MABIMS yang dihadiri sebanyak 42 utusan pondok pesantren wilayah Provinsi Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
"Terutama kalau kita melihat belakangan, sejumlah hasil sidang isbat secara natural terjadi perbedaan, suatu saat bisa sama, tapi juga pada saat tertentu posisi hilal berbeda. Maka, penting sosialisasi yang menyangkut awal bulan Ramadan dan hari-hari penting lainnya kita sampaikan kepada masyarakat," sambungnya.
Pelaksanaan rukyatulhilal yang dilakukan pemerintah Indonesia, terang Adib, yaitu berdasarkan pada kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Sementara itu, sidang isbat rukyatulhilal tidak hanya terkait persoalan syariat keagamaan, tetapi juga kajian ilmu sains.
"Mempertemukan ranah keagamaan dan ranah keilmuan melalui sidang isbat tidak semata-mata rukyatulhilal, tetapi di situ ada kajian terkait dengan ilmu hisab atau astronomi Islam," terangnya.
Msk/Mr



