Bogor, Bimasislam --- DPP Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) menggelar Silaturahmi Nasional dan Orientasi Da’i dan Da’iyah Tingkat Nasional. Perhelatan Akbar organisasi dakwah yang telah berusia 40 tahun itu digelar selama dua hari di Kota Bogor, Jawa Barat, dan dibuka oleh Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, Kamis (21/6).
Dalam sambutannya, Dirjen berharap Silatnas MDI tersebut dapat menjadi momentum kreatif dan konstruktif untuk memperkuat kualitas pemahaman keagamaan umat sesuai dengan tuntutan perubahan zaman.
Dikatakan Dirjen, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan setiap warga negara. Oleh karena itu, katanya, semua pihak perlu bahu-membahu untuk membangun masyarakat Islam Indonesia yang taat beragama, serta sejahtera lahir dan batin sesuai dengan dengan visi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Selain itu, ditambahkan Dirjen, terdapat sejumlah faktor yang menjadikan Silatnas MDI tersebut dipandang tepat, relevan dan strategis.
Pertama, katanya, Majelis Dakwah Islamiyah adalah Ormas Islam yang mengajak umat untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berdasarkan ukhuwah Islamiyah.
“Karena itu, kegiatan yang diikuti secara nasional ini diharapkan mampu menghasilkan rumusan-rumusan yang tepat bagi pengembangan SDM warga Majelis Dakwah Islamiyah dan umat Islam, dalam rangka membangun masyarakat yang bermartabat dan kompetitif,” ujar Dirjen.
Sementara itu faktor kedua, mantan Rektor IAIN Gorontalo itu menjelaskan, arus utama globalisasi dan modernisasi tidak seluruhnya sejalan dengan nilai-nilai Islami.
“Kehadiran teknologi informasi yang begitu cepat di satu sisi memang menguntungkan bagi kemudahan hidup manusia, namun di sisi lain kemajuan teknologi telah menjadi pintu gerbang bergesernya nilai-nilai keagamaan dan tatanan sosial budaya masyarakat kita,” kata Dirjen.
Untuk itu, imbuhnya, sudah saatnya strategi dakwah dikemas lebih variatif dengan menggunakan berbagai saluran dan media.
Majelis dakwah Islamiyah sebagai salah satu pilar penjaga moral bangsa dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas objek dakwah, terutama para da’i dan da’iyah yang bernaung dalam organisasi tersebut.
“Mereka harus berusaha mengantisipasi arus globalisasi dengan memperkuat benteng pertahanan aqidah masyarakat agar memiliki basis sosial yang tangguh melalui pesan-pesan moral keagamaan yang disampaikan secara arif dan bijaksana, serta mudah dimengerti oleh masyarakat,” urainya.
Faktor ketiga, lanjutnya, organisasi seperti Majelis Dakwah Islamiyah yang sudah berkecimpung selama 40 tahun dalam dunia dakwah sudah semestinya memiliki peta dakwah. “Peta Dakwah ini penting sebagai suatu keharusan dalam menyiapkan strategi dakwah, agar sesuai dengan keadaan dan kebutuhan objek dakwah,” ujar Dirjen.
Sedangkan faktor keempat, Dirjen berharap agar MDI terus melanjutkan metode dakwahnya yang selama ini telah berjalan. “Dakwah MDI yang tidak hanya sebatas bil-lisan, akan tetapi harus diperluas dengan dakwah bil-hal, bil-kitabah, bil-hikmah, bil-iqtishodiyah dan sebagainya.”
Terakhir, faktor kelima, para da’i dan da’iyah MDI harus mewarnai media massa, terutama media elektronik sebagai sarana dakwah yang efektif dengan sentuhan-sentuhan moralitas yang baik.
Untuk itu, Dirjen menitip pesan agar Silatnas MDI dapat menghasilkan rumusan program yang sesuai dengan kebutuhan umat, serta dapat terus menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah.
“Kader MDI agar terus bermitra dengan pemerintah dalam menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa serta memantapkan tujuan hidup bernegara menuju Indonesia hebat, maju, berdaulat, mandiri dan penuh berkah dalam bingkai NKRI!” pungkasnya.
Penulis: sigit
Editor: sigit
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



