Jakarta, Bimas Islam-- Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan para dai yang akan bertugas di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan wilayah khusus, serta imam diaspora Indonesia di luar negeri agar selalu menjaga sikap rendah hati dalam berdakwah. Pesan ini ia sampaikan secara virtual dalam acara Ceremony Pembekalan dan Pelepasan Dai ke Wilayah 3T, Wilayah Khusus dan Imam Diaspora Indonesia di Luar Negeri Tahun 2025, Rabu (26/2/2025).
Tahun ini, sebanyak 1.000 dai dan daiyah akan menjalankan misi dakwah di daerah 3T, wilayah khusus, serta sejumlah negara seperti Jerman, Australia, dan Selandia Baru. Pengiriman dai ini merupakan program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama yang rutin digelar setiap Ramadan.
Nasaruddin mengatakan, seorang dai tidak boleh terlena dengan pujian, tetapi harus terbuka terhadap kritik agar terus berkembang. "Orang yang puas dengan pujian sudah selesai, tetapi mereka yang terus dikritik akan berkembang. Orang yang senang menerima kritik dan berterima kasih kepada yang mengkritiknya adalah orang besar. Tidurnya nyenyak, makannya enak, tidak ada dendam yang bermalam," ujarnya.
Ia juga menekankan agar para dai tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan dalam berdakwah. "Jangan mencari popularitas di tempat tugas," tambahnya.
Menjaga Wudu, Berdoa untuk Orang Tua, dan Perbanyak Ibadah Sunnah
Nasaruddin berpesan agar para dai selalu menjaga wudu. Dikatakannya, setiap tetes air wudu mengalirkan dosa-dosa masa lampau. "Setiap tetes air wudu itu, bertengger sejumlah malaikat yang menghapus dosa-dosa," katanya.
Ia menjelaskan bahwa dalam pandangan batin, tetesan air wudu lebih hitam daripada tinta.
"Di mata orang awam, air itu bening. Namun, bagi mereka yang dekat dengan Allah, bekas air wudu tampak hitam seperti tinta. Semakin sering berwudu, semakin banyak dosa yang terkikis," ungkapnya.
Menag juga mengingatkan para dai agar tidak melupakan orang tua dalam doa mereka. "Ananda semua, tolong doakan orang tua. Anda tidak akan menjadi seperti ini tanpa mereka. (Jangan sampai) Sibuk memimpin doa untuk orang lain, tetapi lupa mendoakan orang tua sendiri. Ziarahi makam ibu dan bapak. Cium, jangan hanya tangannya, tapi juga kakinya," pesannya.
Terakhir, ia menganjurkan para dai untuk membaca surah Al-Kahfi, Yasin, Ar-Rahman, dan Al-Mulk, serta menjalankan salat sunnah, termasuk salat tasbih di tengah malam.
"Kurangi tidur. Ramadan adalah bulannya Allah. Mudah-mudahan kita tidak hanya membersihkan orang lain, tetapi juga dibersihkan dari karat-karat dosa masa lampau yang pernah kita lakukan," tandasnya.
Mr



