Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS, Hasbi Zainal mengungkapkan, ada sejumlah strategi yang dilakukan untuk meningkatkan indeks literasi zakat. Menurutnya, indeks literasi zakat di Indonesia masih berada dalam kategori menengah.
"Secara umum, pemahaman masyarakat tentang zakat sudah cukup baik. Namun, pemahaman lanjutan tentang zakat masih rendah," ungkap Hasbi saat menjadi narasumber Kelas Literasi Zakat melalui channel Youtube Literasi Zakat Wakaf, Rabu (23/11/2022).
Hasbi memaparkan, strategi yang dilakukan yakni dengan memanfaatkan jejaring Lembaga Pengelola Zakat yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, BAZNAS juga gencar melakukan upaya dengan sosialisasi melalui media sosial.
"Kami juga telah menerbitkan sejumlah jurnal ilmiah di perguruan tinggi sebagai media edukasi dalam meningkatkan literasi zakat," lanjutnya.
Hasbi menjelaskan, upaya untuk meningkatkan indeks literasi zakat tersebut juga harus didukung oleh semua pihak. Hal ini, menurutnya, agar upaya tersebut dapat berjalan dengan maksimal.
"Perlu adanya dukungan dari tokoh agama, pengurus masjid, dan aparatur desa yang dapat menjadi agen penggerak literasi zakat di wilayahnya masing-masing," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



