Jakarta, Bimas Islam -- Wakil Direktur LAZ Al Azhar, Rahmatullah Sidik mengungkapkan sejumlah strategi pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi zakat dan wakaf. Di antaranya, membentuk program kemandirian pangan dan pembekalan keterampilan usaha.
"Dengan program tersebut, maka pemenuhan kebutuhan dasar secara mandiri akan terwujud karena mempunyai sumber penghasilan," ungkap Rahmat dalam acara Kelas Literasi Zakat dan Wakaf melalui channel Youtube Literasi Zakat Wakaf, Selasa (29/11/2022).
Rahmat melanjutkan, setelah para mustahik mempunyai sumber penghasilan, langkah selanjutnya adalah penguatan ekonomi melalui skema pinjaman modal produktif. Hal tersebut, lanjutnya, berlangsung selama tiga tahun hingga usahanya berjalan secara mandiri.
"Setelah usaha mereka berjalan mandiri, kami bentuk kelompok usaha bersama agar mereka saling berbagi ilmu dan pengalaman. Diharapkan terbentuk komunitas usaha mustahik yang solid," lanjutnya.
Rahmat menambahkan, LAZ Al Azhar telah membentuk Saung Ilmu sebagai sarana edukasi masyarakat di pelosok desa. Di Saung Ilmu ini, lanjutnya, terdapat pendamping yang dinamakan Dai Sahabat Masyarakat (Dasamas).
"Dasamas ini kami tempatkan di sana untuk mendampingi masyarakat, baik dalam hal pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan ekonomi," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



