Jakarta, Bimas Islam -- Badan Wakaf Indonesia (BWI) mengungkapkan sejumlah tantangan terkait pengelolaan wakaf uang di Indonesia. Di antaranya, peningkatan literasi terhadap wakaf uang, integritas lembaga pengelola, dan kenyamanan dalam berwakaf.
"Setidaknya ketiga hal tersebut yang perlu lebih ditingkatkan agar masyarakat memahami wakaf uang dan mempercayai lembaga yang mengelolanya," ungkap Komisioner BWI, Susono Yusuf saat menjadi narasumber Kelas Literasi Zakat dan Wakaf melalui channel Youtube Literasi Zakat Wakaf, Selasa (1/11/2022).
Susono mencontohkan, di beberapa negara Timur Tengah pengelolaan wakaf sudah sangat berkembang pesat. Ia menambahkan, pengembangan wakaf dapat berpartisipasi dalam pembangunan nasional.
"Misalnya di Mesir, ada Yayasan Al-Azhar yang namanya sudah terkenal di seluruh dunia. Mereka bisa besar karena pengembangan aset wakaf pada sektor pendidikan yang begitu luar biasa," terang Susono.
Susono mengaku optimis pengelolaan wakaf di Indonesia akan semakin berkembang. Hal tersebut, lanjutnya, berpeluang besar mengingat umat Islam di Indonesia memiliki tingkat kedermawanan yang tinggi.
"Hal ini semestinya dapat dikapitalisasi. Misalnya, nazir dapat mengundang investor untuk menjadikan aset wakaf lebih produktif," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



