Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengemukakan tiga langkah strategis dalam rangka meningkatkan potensi dan literasi wakaf di Indonesia. Hal ini disampaikan dirinya saat menjadi pembicara dalam acara Edukasi Ritel Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Seri SWR 002 yang diselenggarakan oleh Ditjen Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan melalui virtual di Jakarta, pada Kamis (27/5).
"Potensi dan literasi wakaf di negara kita masih perlu ditingkatkan melalui tiga langkah strategis. Yang pertama, meningkatkan angka partisipasi wakaf di tanah air khususnya wakaf uang dalam instrumen cash waqf linked sukuk," ujar Fuad di Balikpapan.
Yang kedua, lanjut Fuad, yakni dengan meningkatkan produktivitas pengelolaan aset wakaf melalui Nazir khususnya dalam konteks wakaf uang. Lalu yang ketiga, meningkatkan partisipasi umat Islam dalam pangsa pasar keuangan syariah melalui wakaf uang.
"Wakaf uang ini Insyaallah aman, karena diinvestasikan oleh nazir ke dalam sukuk negara. Adapun manfaat atau hasil investasinya digunakan nazir untuk pembiayaan proyek sosial dan keagamaan, termasuk pengembangan aset wakaf yang baru," imbuhnya.
Fuad menjelaskan berwakaf tidak semata-mata untuk ibadah personal, tetapi juga sebagai manifestasi dari ibadah sosial sebagai tanggung jawab dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Karena agama Islam yang kita anut mengajarkan kesejahteraan dan kebahagiaan dalam konteks sosial kemasyarakatan akan terwujud, apabila setiap individu memiliki kesadaran untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



