Makassar, Bimas Islam --- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Subhan mengatakan, dalam menjaga kerukunan umat beragama, perlu strategi terbaik. Menurutnya, yang paling utama adalah menjaga koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak.
“Alhamdulillah di Biringkanaya ini kehidupan antarumat beragamanya rukun, saling berdampingan. Jaga koordinasi dan komunikasi saja bersama lintas sektor, tokoh agama, tokoh masyarakat. Jadi semuanya kita libatkan untuk menjaga kerukunan,” jelas Subhan di Biringkanaya, Rabu (13/1).
Menurut Subhan, pelibatan semua pihak ini dimaksudkan agar ketika terjadi gesekan atau konflik yang tidak diinginkan, maka penyelesaiannya tidak akan serumit jika belum kenal. “Walaupun tetap saja kita mesti menjaga lingkungan tetap kondusif,” katanya.
“Kita juga memperhatikan ketika misalnya muncul percikan kecil yang bisa menyala menjadi konflik besar, maka segera kita bersama penyuluh langsung tangani. Tidak boleh sampai terjadi konflik. Sebab kalau sudah terjadi konflik, kita tidak bisa berbuat banyak,” imbuhnya.
Selain koordinasi, komunikasi, dan keaktifan KUA Biringkanaya, menurut Subhan, ada cara lain yang bisa dilakukan, yakni mempromosikan program-program di KUA.
“Meski seperti tak memiliki hubungan yang signifikan antara mencegah konflik dan promosi program di KUA, tapi yang perlu kita pahami bersama bahwa di KUA ini ada layanan konsultasi. Kalau masyarakat paham layanan ini, maka mereka bisa memanfaatkannya,” jelasnya.
Subhan berharap, melalui sejumlah strategi tersebut, wilayah Biringkanaya tetap aman dan tenteram. “Kita berharap wilayah kita aman, meski sesekali ada gesekan, ada konflik, maka kita harapkan segera teratasi, tak sampai menjadi besar,” kata Subhan.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



