Jakarta, bimasislam—Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama terus berbenah memperbaiki kualitas layanan Kantor Urusan Agama (KUA). Setelah sukses mendapatkan nilai realisasi tertinggi pada Proyek Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji melalui Pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun lalu, tahun 2016 ini Ditjen Bimas Islam melaksanakan proyek yang sama di 181 lokasi. Ke-181 KUA yang tersebar di 19 provinsi itu adalah Jawa Timur (19), Lampung (2), DI Yogyakarta (19), Sulawesi Tengah (12) Kalimantan Timur (4), Jawa Tengah (42), Sulawesi Barat (8), Sulawesi Selatan (29), dan Nusa Tenggara Barat (13).
Selain itu juga di Provinsi Kalimantan Barat (6), Aceh (3) Kalimantan Tengah (10), Sulawesi Tenggara (5), dan Papua Barat (4). Sementara Provinsi Bali, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat dan Bengkulu masing-masing mendapat satu lokasi. Distribusi itu mengacu pada kesiapan masing-masing lokasi terkait dengan syarat yang harus dipenuhi dalam pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan melalui pembiayaan SBSN.
Pada kuartal terakhir tahun 2016 ini, sejumlah Balai Nikah dan Manasik Haji penerima proyek SBSN telah menyelesaikan pembangunan fisik 100 persen, seperti yang terdapat di Provinsi Sulawesi Tenggara. Di Provinsi beribukota Kendari itu, model gedung KUA yang dibangun dengan dana SBSN dibuat seragam dua lantai dengan sebuah kubah di bagian belakang.“Selain ruang kepala, staf, dan ruang operator, KUA juga dilengkapi dengan ruang penerimaan tamu atau reseptionis, ruang penasihatan keluarga, ruang penyuluh agama, ruang pengawas pendidikan Islam, mushalla, serta ruangan balai nikah yang menarik.” Demikian disampaikan Jamaludin, Kasi Pembinaan KUA Kanwil Kemenag Sulawesi Tenggara.
Perkembangan proyek tersebut dilaporkan pada kegiatan “Evaluasi Pelaksanaan Proyek Pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji melalui Pembiayaan SBSN Triwulan III Tahun 2016” yang digelar di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Rabu (16/11).
Sementara itu, Balai Nikah dan Manasik Haji lain yang telah rampung pembangunan fisiknya juga telah dilengkapi dengan kursi pelaminan yang cantik di ruang balai nikah, seperti KUA Jekan Raya, KUA Katingan Hilir, Seruyan Hilir, Kapuas Kuala, dan Kapuas Barat di Provinsi Kalimantan Tengah. Gedung-gedung KUA baru hasil proyek SBSN itu terlihat mewah dan mencolok jika dilihat dari jalan raya.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mengatakan, pihaknya memang bekerja keras agar proyek ini berjalan sukses. “Kami selalu ingatkan agar pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji ini bisa selesai seluruhnya tanpa kecuali,” tegasnya.
Bahkan, Amin mengaku bahwa ia juga berkoordinasi dengan bupati di daerah terkait untuk ikut memantau proyek tersebut. “Saya sampaikan, bahwa dari 181 unit KUA yang dibangun melalui SBSN tahun ini, tidak boleh ada yang gagal satu pun.”
Terkait dengan sejumlah KUA yang pelaksanaan proyeknya belum selesai, Amin memastikan semua akan rampung sebelum akhir tahun anggaran. “Saya pastikan 31 Desember semua sudah selesai tanpa kecuali,” katanya.
Sementara itu, Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga, Bappenas, Hadiat yang juga turut menyaksikan laporan proyek SBSN tersebut memberikan apresiasi kepada Bimas Islam yang telah bekerja keras dan sangat serius memperbaiki gedung KUA di tanah air. Ia berharap gedung KUA yang telah berdiri dengan megah juga diiringi dengan pelayanan yang ‘megah’.
“Jika gedungnya sudah megah begini, maka pelayanannya pun harus ‘megah’ pula. Semoga apa yang dilakukan dalam proyek ini menjadi berkah untuk umat,” katanya.
Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji tahun 2016 ini merupakan hasil trilateral meeting tahun lalu antara Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan yang dilaksanakan di Kementerian PPN/Bappenas pada 30 April 2015. Rapat tersebut menyepakati untuk mengalokasikan anggaran SBSN sebesar Rp 189,9 Milyar kepada Ditjen Bimas Islam guna membangun 181 unit Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Indonesia.
Sementara itu pada tahun 2017, proyek yang sama direncanakan akan dibangun di lebih banyak lokasi, yaitu sebanyak 256 Balai Nikah dan Manasik Haji se-Indonesia. KUA di provinsi Andakah salah satunya?
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



