Kulon Progo, Bimas Islam -- Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo terus menunjukkan komitmen untuk menyediakan layanan bagi semua kalangan, termasuk kelompok rentan melalui program Lenteraku (Layanan Efektif untuk Kelompok Rentan).
Kali ini, Kankemenag Kulon Progo memberi layanan pernikahan kepada pasangan difabel, Rahma Dwi Prahanedi dan Yusuf Chaerul Efendi. Pernikahan tersebut berlangsung di kediaman mempelai perempuan di Kalurahan Pleret, Kapanewon Panjatan, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa (27/8/2024).
Prosesi pernikahan ini dipimpin Kepala KUA Kapanewon Panjatan, Zamroni, yang didukung penerjemah bahasa isyarat untuk memastikan kelancaran komunikasi selama acara. Kehadiran penerjemah tersebut merupakan wujud layanan inklusif yang disediakan Kankemenag Kulon Progo.
Kepala Kankemenag Kulon Progo, M. Wahib Jamil, yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan, program Lenteraku terus diupayakan untuk memberi prioritas kepada kelompok rentan, termasuk difabel. "Kami berkomitmen untuk selalu memberi layanan terbaik bagi masyarakat tanpa diskriminasi. Sinergi dengan BAZNAS dan SLBN 1 Kulon Progo merupakan upaya kami untuk memastikan kelompok rentan mendapat layanan yang layak," ujarnya.
Sementara itu, pengantin pria, Yusuf Chaerul Efendi, melalui penerjemah bahasa isyarat, menyampaikan rasa terima kasihnya atas layanan cepat dan ramah yang diberikan oleh Kemenag. Yusuf merasa terbantu dengan seluruh proses yang berjalan lancar berkat perhatian penuh dari petugas.
Selain prosesi ijab kabul, acara ini juga diwarnai dengan pemberian bantuan dari BAZNAS Kulon Progo yang diserahkan langsung oleh Kepala Kankemenag. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meringankan beban kelompok rentan.
Kasi Bimas Islam, M. Qomaruzzaman menjelaskan, pasangan pengantin juga menerima layanan Kado Nikah. "Ini adalah inovasi Kankemenag Kulon Progo bersama Disdukcapil melalui KUA setempat. Kado Nikah berupa Kartu Keluarga dan KTP baru untuk pasangan pengantin, memudahkan mereka dalam pengurusan administrasi kependudukan," terangnya.
Msk/Mr



