Jakarta, Bimas Islam – Program Inkubasi Wakaf Produktif yang digagas Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag merupakan program jangka panjang untuk kesejahteraan umat Islam di Indonesia.
Hal itu ditegaskan Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin saat memberi sambutan pada Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pelatihan Teknis Inkubasi Wakaf Produktif Tahun 2023 di Jakarta, Kamis (20/7/23).
“Jika pengelolaan wakaf produktif dioptimalkan, kita optimis, lima tahun yang akan datang wakaf bisa membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi secara nasional,” paparnya.
Dirjen mengatakan, program inkubasi wakaf produktif ini terus diperluas melalui kolaborasi dan sinergi antara kementerian, pemerintah, dan lembaga terkait, demi mendukung cita-cita pembangunan nasional.
“Kami berharap wakaf produktif ini bisa didukung juga oleh berbagai lembaga seperti Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang memiliki dana kemaslahatan umat, BAZNAS, dan lainnya,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Inovasi, Edukasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, Wida Sukmawati mengatakan, Program Inkubasi Wakaf Produktif berjalan sejak tahun 2021.
Dia mengatakan, hutan wakaf di Bogor menjadi titik pertama dijalankannya program tersebut. Di tahun berikutnya, bertambah menjadi 12 titik, dan hingga tahun 2023 total mencapai 47 titik.
“Kita sangat mengharapkan ke-47 titik ini menjadi role model untuk tanah-tanah wakaf yang lain,” ujarnya.
Dikatakan Wida, program ini juga berjalan atas kerja sama dengan Pemerintah Daerah dan BWI.
“Kami berharap semoga program ini berjalan dengan maksimal dan meningkatkan pengelolaan wakaf produktif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
An/Mr



