Jakarta, Bimas Islam -- Tindakan kekerasan sangat kontraproduktif dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah. Dalam ajarannya, kekerasan sangat tidak dibenarkan, dan siapa saja yang melakukan kekerasan, maka berarti telah keluar dari ajaran yang dibawa oleh nabi.
Segala tindakan anarkis atau kekerasan hukum diharamkan dalam Islam. Sebab, perbuatan tersebut akan menimbulkan berbagai fitnah dan ketidakstabilan dalam beraktifitas, hilangnya keharmonisan, kerukunan dan kasih sayang yang sudah dibangun sejak sebelumnya. Selain itu, orang yang melakukannya akan dijauhi oleh orang lain.
Berkaitan dengan hal ini, Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an:
ููุจูู
ูุง ุฑูุญูู
ูุฉู ู
ููู ุงูููููู ููููุชู ููููู
ู ูููููู ููููุชู ููุธูุงู ุบููููุธู ุงููููููุจู ูุงููููุถูููุง ู
ููู ุญููููููู
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” (QS. Ali Imran [3]: 159).
Ayat ini dengan tegas menyuruh umat Islam untuk tidak melakukan kekerasan dengan bentuk apa pun, bahkan Allah juga tidak memperbolehkan kepada Rasulullah. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kekerasan dalam Islam.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
Kita semua diperintah untuk mengikuti nabi dalam setiap hal, baik dalam beribadah kepada Allah, maupun bersosial dengan sesama. Dalam hal sosial, nabi selalu mengajarkan kasih sayang kepada umatnya, sekalipun dalam keadaan yang sangat genting.
Salah satu contohnya adalah ketika nabi diserang oleh orang-orang Quraisy, hingga pelipisnya berdarah, ia tidak lantas mendoakan keburukan dan kehancuran kepada mereka, justru mendoakan hidayah. Hal ini sebagaimana direkam oleh Syekh Sulaiman al-Jamal dalam kitab monumentalnya.
Doa Nabi Muhammad tersebut merupakan representasi dari adanya ayat yang menjelaskan bahwa diutusnya Rasulullah merupakan rahmat bagi seluruh alam. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Syekh Sulaiman al-Jamal al-Futuhatul Ilahiyah bi Taudhihi Tafsiril Jalalain lid Daqaiqil Khafiah, juz V, halaman 176:
ุฃูููุง ุชูุฑูู ุฃููููููู
ู ููู
ููุง ุดูุฌูููููู ููููุณูุฑูููุง ุฑูุจูุงุนูููุชููู ุญูุชููู ุฎูุฑูู ู
ูุบูุดููููุง ุนููููููู. ููุงูู ุจูุนูุฏู ุงูููุงููุชููู ุงูููู
ุงููุฏู ููููู
ูู ููุฅููููููู
ู ููุง ููุนูููู
ููููู
“Tidakkah anda lihat, bahwa ketika orang-orang Quraisy melukai dan mematahkan beberapa gigi nabi, hingga ia terjatuh dan pingsan, kemudian ketika sadar ia berdoa kepada Allah, ‘Ya Allah! Berilah hidayah untuk kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.’”
Potret keseharian nabi adalah kasih sayang. Tidak ada dalam catatan sejarah yang merekam jejak kekerasan darinya. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Sayyidah Aisyah ketika ditanya perihal akhlak nabi, ia mengatakan:
ููููุงููุชู ููู
ู ูููููู ููุงุญูุดูุง ููููุง ู
ูุชูููุญููุดูุงุ ููููุง ุตูุฎููุงุจูุง ููู ุงููุฃูุณูููุงููุ ููููุง ููุฌูุฒูู ุจูุงูุณูููููุฆูุฉู ุงูุณูููููุฆูุฉูุ ูููููููู ููุนูููู ููููุตูููุญู
“Rasulullah bukanlah pribadi yang keji dan berbuat keji. Ia tidak pernah berteriak di pasar, ia (juga) tidak membalas keburukan dengan keburukan, akan tetapi memaafkan dan berlapang dada.”(HR. Tirmidzi).
Dalam riwayat yang lain, Rasulullah menegaskan bahwa dirinya diutus sebagai pembawa rahmat dan kasih sayang, sebagaimana dikatakan:
ุฅูููู ุงูููู ููู
ู ููุจูุนูุซูููู ุทูุนููุงููุง ููููุง ููุนููุงููุง ูููููููู ุจูุนูุซูููู ุฏูุงุนูููุง ููุฑูุญูู
ูุฉูุ ุงูููู
ุงููุฏู ููููู
ูู ููุฅููููููู
ู ููุง ููุนูููู
ููููู
“Sungguh Allah tidak mengutusku untuk menjadi orang yang merusak dan bukan (pula) orang yang melaknat. Akan tetapi Allah mengutusku untuk menjadi penyeru dan pembawa rahmat. Ya Allah! Berilah hidayah untuk kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”(HR Al-Baihaqi).
Mari kita teladani segala perbuatan nabi, baik dalam berbuat, berucap, dan melangkah. Dalam ajarannya, Rasulullah tidak pernah mengajarkan kekerasan dan anarkis kepada umat Islam. Oleh karena itu, mari kita tinggalkan segala bentuk kekerasan yang tidak sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh nabi.
Semua ini penting untuk kita lakukan, karena tidak sesuai dengan ajaran Islam, serta untuk menjaga kerukunan dan kedamaian antar sesama.
(Tim Layanan Syariah)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam โ Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkaitโฆ



