Yogyakarta, Bimas Islam --- Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY melalui Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (Penais Zawa) kembali menggelar Kompetisi Film Pendek Islami. Ini memasuki gelaran tahun kedua setelah pada tahun lalu wakil dari DIY dinobatkan menjadi juara I tingkat nasional.
“Dulu Walisongo menggunakan kesenian untuk syiar dakwah Islam, sekarang kita gunakan media film pendek yang akrab bagi kalangan milenial,” tandas Kakanwil Masmin Afif saat membuka penilaian Islamic Animated Short Movie Competition tingkat DIY 2021, Senin (26/07/2021) di Ruang Rapat I kantor setempat. Kompetisi kali ini mengambil tema “Aku Milenial Aku Sadar: Sadar Ibadah, Sadar Halal dan Sadar Gaul”. Proses penilaian akan berlangsung hingga Rabu (28/06/2021).
Kakanwil menambahkan, kompetisi ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo yang pada Agustus mendatang akan meluncurkan Rumah Digital Indonesia. “Presiden menginstruksikan untuk memperbanyak konten video yang menampilkan keragaman dan kekayaan adat istiadat masing-masing daerah, dan kompetisi film ini menurut hemat kami sangat bagus memperkaya konten tersebut,” urai Masmin. “Semoga wakil dari DIY bisa juara lagi di tingkat nasional,” tegasnya.
Menurut Kabid Penais Zawa, Sigit Warsita, kompetisi tahun ini akan menilai 6 film terbaik dari kabupaten/kota se-DIY. Keenam film tersebut yaitu 3 Batu (Kampung Sutran), Demam Korea (MAN 4 Sleman), Milenial Sadar Ibadah (RA Ar Raihan), Peran Milenial dalam Sosialisasi Halal Lifestyle (M. Faqih), Rejeki Anak Sholih (Tanah Hijau Kreatif), dan Sisi Lain (Sekar Ayu MAN 2 Kulom Progo).
“Seluruh film pendek animasi Islami ini akan dinilai oleh dewan juri baik dari pusat maupun DIY, berasal dari Budayawan, Akademisi, Jurnalis Lokal dan Praktisi Digital,” jelas Sigit sembari menambahkan Juara I-III tingkat DIY akan dikirim mengikuti kompetisi serupa tingkat nasional.
Ketua Dewan Juri, Zikriyah, menyebut memang ada perbedaan antara film pendek dengan film animasi. “Anggapan yang ada membuat film animasi itu sulit, tapi sebenarnya mudah karena dapat menggunakan software animasi, mulai dari yang sederhana sampai rumit,” katanya. Yang penting menurutnya ada minat untuk terus belajar dan melek teknologi. (bap)
(diy.kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



