Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin, melantik sebelas pejabat administrator dan fungsional di lingkungan Ditjen Bimas Islam. Salah satu di antaranya Akmal Salim Ruhana sebagai Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik di lingkungan Ditjen Bimas Islam pada Jumat (21/5).
Akmal Salim Ruhana sebelumnya peneliti madya di Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan. Ia mengungkapkan, sebelumnya juga kerap meneliti terkait paham-paham keagamaan dan hubungan antar agama di Indonesia, dan secara subtansi sudah lama bersinggungan terkait aliran, paham dan gerakan keagamaan.
“Tentu saja saya akan mencoba belajar cepat, dan berupaya menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, serta berkolaborasi dengan kawan di Bimas Islam dan lainnya,” ujar Akmal saat ditemui bimasislam usai pelantikan di Jakarta, Jumat (21/5).
Menurut Akmal, biasanya Litbang sebagai dapur yang memberikan rekomendasi kepada unit teknis seperti kepada Subdit Bina Paham Keagamaan dan Penanganan Konflik, saat ini justru ia menjadi bagian eksekutornya.
“Kalau beberapa waktu lalu saat di Litbang memberi rekomendasi misalnya bagaimana menghadapi keragaman paham keagamaan dan lain sebagainya. Nah, sekarang saya ditakdirkan untuk ada di sini, saya bersama tim yang harus ada di front line membantu Pak Direktur dan Pimpinan Ditjen Bimas Islam secara keseluruhan,” paparnya.
Bagaimana menangani kasus-kasus paham keagamaan, atau secara umum pembinaan paham keagamaan, lanjut Akmal, moderasi beragama menjadi salah satu kuncinya.
“Menurut temuan riset sebelumnya, ada kasus-kasus intra agama dan antar agama. Meskipun banyak di media massa isu antar agama, tapi temuan belakangan ini isu intra agama juga cukup banyak, termasuk di dalam Islam, dan maka ini perlu mendapat perhatian. Salah satu yang perlu dikembangkan adalah pengarusutamaan moderasi beragama,” ungkap Akmal.
Pria yang akrab disapa Akmal itu lahir dan dibesarkan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, di Fakultas Syariah dan Hukum. Kemudian ia melanjutkan studi masternya di Universitas Nasional Australia (ANU), Canberra, Australia.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



