Lampung, Bimas Islam --- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Gunung Sugih, Henri Amiruddin mengatakan terpilihnya KUA Gunung Sugih sebagai enam KUA Model karena hasil kerja keras Penyuluh Agama Islam (PAI) non-PNS. Mereka bekerja meningkatkan literasi masyarakat tentang macam-macam zakat.
“Sebelumnya masyarakat hanya tahu zakat fitrah dan zakat mal. Di sinilah peran penyuluh berjuang mengenalkan soal zakat pertanian,” katanya saat ditemui di Kantor KUA Gunung Sugih, Lampung Tengah, Sabtu (29/5).
Henri mengatakan, jerih payah penyuluh meningkatkan literasi masyarakat tentang zakat pertanian di Kecamatan Gunung Sugih membuahkan hasil. Program tersebut menjadi prakarsa dan membawa KUA Gunung Sugih menjadi salah satu KUA Model yang direvitalisasi.
“Akhirnya zakat pertanian menjadi salah satu sumber pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani,” urainya.
Henri berharap, program zakat pertanian ini dapat disebarluaskan ke seluruh Kecamatan di Lampung, terutama masyarakat yang mayoritas berprofesi petani, agar program baik ini dapat dirasakan masyarakat luas.
“Saya berharap seluruh KUA di Lampung memiliki program pemberdayaan ekonomi yang manfaatnya sangat baik untuk masyarakat,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



