Tanggamus, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam Kabupaten Tanggamus, Agus Suparno menjadi narasumber dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 pada Jumat (10/9/21). Dalam webinar bertema Bangun Demokrasi di Media Digital ini, Agus menyampaikan empat prinsip toleransi.
"Pertama, tidak memaksa orang lain untuk mengikuti agama kita. Kedua, tidak mencela atau menghina agama orang lain. Ketiga, tidak mengganggu atau melarang umat agama lain. Keempat, beribadah sesuai agama atau kepercayaan masing-masing," ungkap Agus.
Agus yang sehari-hari bertugas di KUA Kota Agung ini juga menambahkan, masyarakat perlu meningkatkan literasi digital. Katanya, literasi digital tidak hanya terkait pemahaman keagamaan tetapi juga untuk kepentingan bisnis.
"Dunia digital yang dimanfaatkan dengan baik bisa menjadi sarana promosi bisnis dan wisata. Ruang digital yang sehat membuat seseorang mendapat pekerjaan profesional sehingga meraih kebanggaan dan kebahagiaan," tambah Agus.
Webinar ini diikuti 150 peserta dari 500 peserta yang mendaftar. Kegiatan ini merupakan upaya melahirkan masyarakat Indonesia yang cakap digital untuk kemajuan di masa mendatang.
"Bangsa yang maju mampu menghargai perbedaan. Hormati budaya dari suku/daerah lain dan teruslah memperkaya pengetahuan," tandasnya.
Hadir dalam webinar ini sebagai pembicara, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, Dosen Komunikasi dan Broadcasting UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dedi Fahrudin, Praktisi Komunikasi Majalah GATRA, Ardi Widi Yansah, Aktivis Pemuda Tanggamus, Abdul Razak Amrullah, dan Influencer, Rezky.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



