Jakarta, Bimas Islam -- Generasi Z menjadikan ruang digital sebagai sumber informasi. Maka, Penyuluh Agama Islam (PAI) harus berperan aktif dalam mengisi ruang tersebut. Demikian disampaikan Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin saat membuka kegiatan Bimtek Literasi Digital 2 di Jakarta, Kamis (22/6/2023).
"Anak-anak muda, Generasi Z, menjadikan dunia digital sebagai sumber informasi utama. Oleh karena itu, kalau kita tidak aktif, tidak terlibat mengisi ruang ini, maka rujukannya adalah mereka yang aktif di situ," katanya.
PAI harus berperan aktif mengisi ruang digital, sehingga bisa menjadi model rujukan generasi Z.
"Ilmu yang luas, ilmu yang dalam akan dikalahkan oleh mereka yang lebih aktif, lebih dinamis mengisi ruang-ruang spiritualitas mereka. Sederhananya adalah siapa yang aktif dalam dunia digital, itulah yang menjadi model, menjadi rujukan anak-anak kita sekarang ini," terang Dirjen.
Kamarudin mengatakan, instrumen komunikasi utama dari Generasi Z adalah digital. PAI berperan penting dalam mengisi informasi-informasi atau pesan pesan yang dikemas menarik dalam bentuk digital.
"Milenial dan Generasi Z ini instrumen komunikasinya adalah digital. Maka untuk me- reach mereka, instrumennya adalah instrumen digital. Sudah bukan isu lagi, kita harus bertransformasi, memiliki kapasitas, signifikansi sekaligus menjadi bagian dalam pergumulan dinamika sosial keagamaan dalam menggunakan instrumen digital," pungkasnya.
Kegiatan Bimtek Literasi Digital 2 ini diikuti 75 PAI (Penyuluh Agama Islam) terseleksi dari seluruh Indonesia.
Msk/Mr



