Jakarta, Bimas Islam -- Staf Khusus (Stafsus) Bidang Media dan Komunikasi Publik, Kementerian Agama (Kemenag) Wibowo Prasetyo memberi arahan terkait keamanan infrastruktur digital dalam aplikasi dan data yang dimiliki Kemenag. Arahan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Konsolodasi Teknis Penguatan Transformasi Digital Pada KUA Revitalisasi di Jakarta, Senin (15/5/2023).
Ia pun mengatakan, untuk menjaga keamanan informasi layanan keagamaan, Kemenag menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Menurutnya, keamanan data sangat penting, dan kebocoran mesti dicegah.
“Data itu lebih penting dari kekayaan bumi. Seperti minyak yang diperebutkan banyak negara, ternyata itu lebih penting daripada harga emas, lebih penting daripada sumber daya alam yang lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kantor Wilayah Kemenag seluruh Indonesia perlu lebih memerhatikan keamanan pada sistem, ketimbang membuat suatu sistem, namun mudah diserang.
“Kita bisa membuat atau menyediakan keamanan infrastruktur jaringan dan aplikasi, agar semua bisa terhindar dari gangguan. Kita tidak bisa membayangkan, data-data yang ada di kita, kacau balau oleh orang-orang iseng yang kemudian data itu dicuri dan dijual di black market,” ucapnya.
Terkait itu, ia berpesan kepada seluruh jajaran Kemenag agar melakukan tes penetrasi keamanan untuk melihat kelemahan sistem. Ia merekomendasikan kepada Bimas Islam, untuk segera bekerja sama dengan BSSN dalam menyempurnakan kelemahan sistem yang ada.
Sesi ini dipandu Kasubdit Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat, Muhibuddin. Mendampingi Stafsus, Sub Koordinator Pengelolaan Infrastruktur Teknologi Informasi Bagian Teknologi dan Sistem Informasi Biro HDI Sekjen Kemenag, Irfan Sembiring. Acara ini diikuti sekitar 68 peserta perwakilan Kantor Wilayah Kemenag seluruh Indonesia.
Fn/Mr



