Batam, Bimas Islam -- Untuk mencapai target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 pada bidang layanan keagamaan, salah satu fokus utama dari Direktorat Penerangan Agama Islam yaitu meningkatkan literasi masyarakat terhadap al-Qur'an.
Demikian disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi saat memberi Pengantar Materi pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LPTQ di Batam, Minggu (4/6/2023).
"Kita akan menyelesaikan RPJMN 2020-2024. Jadi, sekali lagi, indek literasi baca tulis al-Qur'an di Indonesia sangat penting. Tidak hanya dalam konteks nasional, tetapi penting juga dalam konteks regional, baik kabupaten, kota, atau provinsi," ujarnya.
Zayadi juga mengatakan, Kemenag perlu ikut andil untuk memastikan kredibilitas data survei dalam rangka penyusunan indek literasi baca tulis al-Qur'an di Indonesia. "Kami dari Direktorat Penais bekerja sama dengan Lembaga Kajian Kurikulum dan Kebijakan Pendidikan (LK3P) Universitas Indonesia, secara akademik akan memberi konseptual riset dan proses penelitian surveinya, atau enumerator-nya dilakukan oleh kita di LPTQ," ungkapnya.
Intervensi terhadap survei ini, menurutnya, penting untuk dilakukan oleh Kemenag melalui LPTQ, sehingga validitas data dapat dipertanggungjawabkan.
"Terus terang kita membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, agar proses survei terkait indek kemampuan baca tulis al-Qur'an ini berjalan sebagaimana mestinya.
Informasi terkait indek literasi dalam kemampuan membaca dan menulis al-Qur'an ini akan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan terkait pengembangan dan tilawatil Qur'an. Dan dengan peta indek literasi al-Qur'an ini akan membantu dalam rangka merumuskan cara yang paling efektif dan strategis dalam ikhtiar membumikan al-Qur'an," pungkasnya.
Rakornas LPTQ ini dihadiri Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Quran Rijal Ahmad Rangkuty beserta jajaran Subdit, Kasubdit Kemitraan Umat Islam Ali Sibromalisi, Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta Darwis Hude, dan Peneliti LK3P Universitas Indonesia Farhan Mustafa. Kegiatan ini diikuti perwakilan LPTQ se-Indonesia.
Fn/Mr



