Kota Tegal, Bimas Islam --- Mentari Duha beranjak naik ketika rombongan Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam, Syamsul Bahri tiba di Terminal Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (24/9/21). Pria kelahiran Negara, Bali ini langsung menuju ke Taman Baca (TB) Syakila Kerti yang tepat berada di tengah terminal.
Di gedung sederhana yang terdiri dari tiga ruang itu, beberapa warga terminal sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sesaat kemudian, warga terminal yang terdiri dari pedagang asongan, tuna susila, penyandang disabilitas, dan kaum marginal lainnya diajak masuk ke ruang belajar TB. Syakila Kerti.
Warga yang didominasi perempuan itu tampak antusias menyambut kunjungan dadakan Syamsul yang ditemani Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, Akhmad Farkhan, Kasi Bimas Islam, Hadi Mulyono, dan Pendiri TB. Syakila Kerti, Yusqon.
Sesaat kemudian, ibu-ibu binaan TB. Syakila Kerti ini duduk rapi dengan mengenakan masker. Dipandu Penyuluh Agama Islam Kota Tegal, Darsiti, mereka melantunkan lafal Asmaul Husna.
“Ayo kita baca Asmaul Husna yang kemarin baru diajarkan,” ajak Darsiti.
Saat lantunan nama-nama Allah meluncur dengan nada yang lembut, Syamsul tampak menikmati. Sambil memejamkan mata, pria ini juga menundukkan dan menggerakkan kepala sekaligus ikut melantunkan nama-nama Allah yang indah.
Setelahnya, seorang pedagang asongan penjual air minum, Atin maju mendekati Syamsul. Dengan nada polos, wanita ini meminta izin membacakan puisi. “Saya pedagang asongan, Atin, mau membacakan puisi karangan saya khusus untuk Bapak Direktur Syamsul Bahri,” katanya dengan logat Jawa yang khas membacakan puisi berjudul Luru Ilmu (Mencari Ilmu).
Usai pembacaan puisi oleh Atin, rombongan menuju perpustakaan mini TB. Syakila Kerti. Di sini, Syamsul takjub saat menyaksikan Sri, salah satu warga terminal yang saban hari belajar di sana. Ketakjuban Syamsul memuncak saat menyaksikan Sri yang disabilitas daksa ini membaca buku Iqro’ dengan terbata-bata.
“Tadinya saya tidak bisa salat dan mengaji. Alhamdulillah sekarang bisa salat dan membaca Iqro’,” ungkap Sri, malu-malu.
Menyaksikan Sri yang tangan dan kakinya ‘istimewa’, Syamsul tak kuasa membendung harunya. Mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur ini seketika memekikkan bacaan selawat. “Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad,” pekik Syamsul, diikuti semua yang hadir.
Syamsul mengakhiri kunjungannya dengan memberikan hadiah kepada kaum marginal yang belajar di TB. Syakila Kerti. Di tempat ini, Penyuluh Agama Islam Kemenag, Darsiti mengajarkan agama setiap Jumat.
“Saya bersyukur kepada Allah karena di tengah Terminal Kota Tegal ini masih ada spirit rohani, spirit keagamaan yang luar biasa untuk membawa masyarakat terminal bersama-sama ke jalan Allah,” ungkap Syamsul.
“Selamat untuk Kota Tegal. Selamat untuk Pak Farkhan. Selamat untuk Bu Darsiti,” pungkas Syamsul.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



