Jakarta, bimasislam—Jamaah Masjid Al-Ikhlas, Gedung Kementerian Agama, Jalan MH. Thamrin, memanjatkan doa qunut nazilah bagi warga Muslim di Palestina. Doa tersebut dipanjatkan saat pelaksanaan ibadah Salat Jumat, siang ini (8/12/2017) dipimpin oleh Imam Shalat KH Ismail Husni.
Ketua DKM Al-Ikhlas, Anwar Sa’adi berharap melalui doa ini warga Palestina dapat memperoleh hak mereka untuk merdeka dari jajahan Israel.
“Ini upaya kita, semoga diijabah oleh Allah SWT, dan semoga pula orang yang zalim kepada warga Palestina diberi balasan oleh Allah SWT.” Katanya.
Pria yang juga menjabat sebagai Kasubdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA itu berharap doa yang sama dipanjatkan pula oleh kaum Muslimin di tanah air dan seluruh dunia “seruan qunut nazilah ini sifatnya universal, saya berharap doa ini juga dikumandangkan dari masjid-masjid di seluruh Indonesia dan dunia.” imbuhnya.
Sementara itu, Imam Salat Jumat, KH Husni Ismail mengatakan bahwa doa qunut ini merupakan cara umat Islam untuk menolong saudaranya.
“Menolong saudara itu banyak caranya, salah satunya doa. Kalau ikut berperang ke Palestina tentu tak mungkin dapat ditampung di sana. Tapi bagian dari cara membantu ialah berdoa dan itu pasti dikabulkan sebab itu sudah jaminan Allah.” terangnya.
Dikatakannya, pengabulan doa itu bisa berupa kekuatan jiwa dan keyakinan bagi warga Palestina. “Jika Amerika Serikat tidak menarik kebijakannya, maka boleh jadi jawaban doa adalah munculnya kekuatan jiwa dan keyakinan tertinggi yang dirasakan oleh warga Palestina. Dan bisa jadi doa kita yang kesekian kali ini terwujud,” urainya.
Meski begitu, pria yang juga merupakan imam Masjid Istiqlal itu mengingatkan bahwa doa tersebut dipanjatkan untuk melawan kezaliman, bukan pada satu agama tertentu. “Kita membenci zionis bukan karena agama Yahudinya, tapi karena kesewenangannya terhadap kemanusiaan dan tanah air orang lain. Kezaliman itu yang kita lawan dengan doa. “Supaya kezaliman diakhiri dengan terlibatnya tangan Allah.” imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau umat Islam untuk memanjatkan doa qunut nazilah sebagai respon atas kebijakan sepihak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengumumkan Yerussalem sebagai ibu kota bagi Negara Israel menggantikan Tel Aviv.
“Saya mengimbau umat beragama, khususnya umat Islam mendoakan agar pengakuan sepihak Amerika Serikat tersebut bisa dianulir oleh AS sendiri.Bagi muslim, lakukan doa tersebut dengan melakukan qunut nazilah pada saat shalat Jumat besok,” imbau Menag usai mendampingi Presiden di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017).
Menurut Menag, pengakuan sepihak itu sangat disesalkan dan Indonesia menolak tegas setiap upaya pengingkaran atas kesepakatan perdamaian. “Amerika mestinya sadar bahwa memindahkan ibukota Israel ke Yerusalem akan menciptakan konflik kian meluas. Kebijakan itu mengusik kedamaian dunia. Setiap umat beragama wajib menolaknya,” tandasnya.
Pemerintah Indonesia sendiri menegaskan sikap mengecam keras pengakuan sepihak AS tersebut dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan itu. Kecaman tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017).
Menurut Presiden, pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.
“Saya dan Rakyat Indonesia tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945,” tegas Presiden.
(sigit/bimasislam/kemenag/antara)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



