Jakarta, Bimas Islam --- Berat ujian yang ditanggung remaja masa kini. Memang teknologi kian maju, tapi godaan untuk berbuat maksiat juga makin mudah didapati.
Tak terkecuali yang dialami para penghafal Al-Qur'an. Butuh perjuangan keras dari dalam diri agar tidak melakukan larangan Allah dan Nabi. Apalagi jika terlibat maksiat, hafalan Al-Qur'an yang susah payah diperjuangkan bisa raib seketika tanpa bekas.
"Hindari maksiat sekuat tenaga. Alihkan dengan bermain bola atau ngobrol dengan kawan. Kemudian, perhatikan makanan. Jangan sampai ada makanan haram yang masuk ke dalam tubuh," ungkap Zulfa Ubaidillah Mufidh, finalis Cabang Hafalan 30 Juz pada Musabaqah Hafalan Al-Qur'an dan Al-Hadits (MHQH) Pangeran Sultan ke-14 saat ditemui di Hotel Millennium, Jakarta, Jumat (25/3/22).
Seperti generasi milenial lainnya, Mufidh yang baru berusia 19 tahun ini juga memiliki waktu bermain. Selasa dan Jumat sore ditetapkan sebagai waktu bermain menyesuaikan jadwal di Madrasatul Qur'an Tebuireng tempatnya menimba ilmu agama.
"Hal lain yang harus dijaga untuk menguatkan hafalan adalah mengulang-ulang. Jangan sampai dikatakan pernah hafal Al-Qur'an karena malas murajaah," katanya mengutip nasihat salah satu gurunya, Kiai Ahmd Zakir Ridwan.
Mufidh juga berpesan kepada generasi muda untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur'an. Ia merasa, orang-orang yang terus mengulang hafalan akan mendapatkan banyak kebaikan.
"Ayo tadarus Al-Qur'an. Ayo bersama-sama istikamah dalam membaca, belajar, dan menghafal Al-Qur'an," katanya berbagi nasihat.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



