Jakarta, Bimas Islam --- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Djaidi mengingatkan masyarakat untuk lebih mengutamakan keselamatan jiwa di tengah kondisi pandemi yang belum usai.
Hal itu dikatakannya pada telekonferensi sidang isbat (penetapan) awal Zulhijah 1442 H, yang digelar secara dalam jaringan (daring), Sabtu (10/7).
“Kami dari MUI ingin menyerukan kepada seluruh umat Islam bahwa kita masih dalam suasana pandemi, sehingga upaya untuk menyelamatkan jiwa adalah lebih utama,” ujarnya.
Kiai Djaidi menuturkan, pemerintah Saudi Arabia membatasi ibadah haji tahun 2021, itu pun hanya diperbolehkan untuk warga Saudi Arabia yang jumlahnya enam puluh ribu. Kebijakan itu diambil karena mengutamakan keselamatan jiwa. Begitu pula untuk kesucian dua tanah suci Makkah dan Madinah.
“Kemudian berkenaan dengan imbauan dari Kemenag tadi, baik itu pelaksanaan Iduladha atau pun ibadah kurban. MUI juga sudah mengeluarkan fatwa berkenaan pelaksanaan ibadah di masa pandemi ini,” ujarnya.
Kiai Djaidi menjelaskan, bagi wilayah dianggap aman dari Covid-19, pelaksaan Iduladha dan kurban dilaksanakan tetap dengan prokes yang ketat, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan kemudian mencuci tangan.
“Namun bagi wilayah yang tidak terkendali seperti Jakarta hifdzun nafs atau menjaga keselamatan jiwa adalah yang lebih utama. Seperti dalam kaidah yang artinya jangan kamu menjulurkan tangan kamu untuk kecelakaan,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



