Sukabumi, Bimas Islam -- Jelang pemantauan hilal (rukyatulhilal) awal bulan Zulhijah 1444 H/2023 M yang digelar pada Ahad, 18 Juni 2023 M mendatang, Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas Sukabumi menyiapkan tiga jenis teropong, yaitu teropong Ioptron Cube, teropong AZ-EQ 5, dan teropong Vixen.
Salah satu Tim Ahli Dewan Hisab Rukyat (DHR) Sukabumi, Asep Safrudin menjelaskan, selain tiga teropong utama, juga disiapkan alat bantu untuk menentukan titik fokus dalam pemantauan hilal, yakni Gawang Bektan.
“Selain tiga teropong yang disiapkan oleh Tim Pelaksana, ada juga alat bantu namanya Gawang Bektan. Ini alat bantu yang mengarahkan kita untuk fokus melihat pada satu titik pandang mata telanjang menggunakan garis gawang. Misalnya, Gawang Bektan itu harus di posisi sekian dari arah Barat, ketinggiannya harus sekian sehingga kita tidak bisa lagi kemana-mana melihat yang lain. Dan, itu menggunakan rumus,” ujarnya saat diwawancarai wartawan Bimas Islam di POB Cibeas Sukabumi, Selasa (13/6/2023).
Lebih lanjut Asep menerangkan, Gawang Bektan merupakan singkatan dari penggabungan dua nama, yaitu Muhammad Djamil Djambek dan Tansobanan.
“Gawang Bektan itu gawang pandang. Sejak kecil saya sering ikut sama ayah dan kakek. Karena, beliau berdua termasuk juga pemerhati ilmu Falak. Dan, saya mengetahui kalau Bektan itu dinisbahkan dari nama Muhammad Djamil Djambek dan Tansobanan, disingkat Bektan,” terangnya.
Asep menambahkan, kesaksian melihat hilal harus berdasarkan disiplin ilmu yang jelas.
“Kesaksian melihat hilal itu harus berdasarkan ilmu. Makanya, kita disumpah oleh Pengadilan Agama, karena ini berkaitan dengan kemaslahatan umat. Ada berbagai disiplin ilmu yang harus dikuasai yaitu, ilmu Falak, Matematika utamanya trigonometri sebagai acuan dasar, dan kita juga melibatkan Ormas-ormas dan pemerhati ilmu Falak lainnya,” tandasnya.
Wcp/Mr



