Jakarta, Bimas Islam -- Psikolog Keluarga, Alissa Wahid mengatakan, para fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) harus dapat menyesuaikan diri dengan karakter remaja saat ini. Ia memaparkan, telah terjadi perubahan demografi generasi muda, di antaranya kehadiran kelompok muslim muda. Kelompok tersebut merupakan generasi milenial kelas menengah yang hidup di perkotaan. Ia menjelaskan, kehidupan perkotaan cenderung individualis, sehingga, mereka lebih bebas memilih tempat mencari ilmu agama.
“(Anak-anak muda perkotaan) tidak ada yang mengawasi. Tidak ada yang memastikan tumbuh kembang mereka ke arah yang baik atau tidak,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator BRUS Angkatan I dan II di Jakarta, Rabu, (21/3/2023).
Ia pun memaparkan ciri-ciri kelompok muslim muda tersebut, yaitu religius, modern, memiliki daya beli tinggi, serta terampil dalam teknologi. “Anak muda Indonesia ternyata religius, tapi di saat yang sama, mereka juga modern. Tidak mau kehilangan modernitas itu. Mereka ingin dilihat sebagai orang yang maju dan sukses,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, kelompok muslim muda memiliki daya beli yang tinggi. Mereka bisa menentukan pilihannya sendiri. “Karena mereka berada di kalangan menengah ke atas, jadi mereka sadar betul bahwa semuanya mereka yang menentukan,” terang Alissa.
Daya beli tinggi tersebut, lanjutnya, membuat mereka bisa memilah pelayanan publik. Kelompok muslim muda juga sangat memahami teknologi. Mereka mencari pengetahuan keagamaan melalui media sosial. Karenanya, ia mendorong para calon fasilitator BRUS sebagai peserta dalam kegiatan ini, untuk mampu menyesuaikan diri dengan situasi tersebut.
“Ini tantangan kita. Kalau mau menjadi pendamping remaja yang baik, bapak/ibu harus menyesuaikan diri dengan kehidupan para remaja, dan tahan diri untuk sedikit-sedikit menceramahi,” pungkasnya.
Bimtek Fasilitator BRUS Angkatan I dan II digelar selama empat hari, Minggu-Rabu (19-22/3/2023). Kegiatan ini diikuti kepala Kantor Urusan Agama, penghulu, penyuluh agama Islam, dan perwakilan dari sejumlah organisasi keagamaan seluruh Indonesia.
Mr



