Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menjadi narasumber pada Kajian Rutin Virtual Kitab Shahih Bukhari seri ke-13 yang ditayangkan akun YouTube Bimas Islam TV pada Ahad (9/1) malam. Dalam kajian bertema ‘Kualitas Iman Identik dengan Kualitas Amal’ ini, Dirjen menjelaskan, jihad lebih pas dimaknai sebagai hidup di jalan Allah dengan kemuliaan.
“Jihad itu tidak berarti mati di jalan Allah, tetapi yang dimaksud jihad itu adalah al-hayaatu fi sabilihi bil karomah. Jadi jihad itu bukan berorientasi untuk mati, untuk perang, tetapi jihad itu berorientasi pada kehidupan di jalan Allah dengan kemuliaan. Berjihad itu memperjuangkan kehidupan yang mulia,” ujar Dirjen mengutip pendapat ulama besar asal Mesir bernama Jamal Al-Banna.
Menurut Guru Besar Ilmu Hadits Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini, jihad tidak sebatas dimaknai mati di jalan Allah, tetapi mengejar kehidupan yang berkualitas dan bermutu juga adalah bagian dari jihad fi sabilillah.
“Itulah jihad. Jadi berjihad di jalan Allah itu artinya adalah sebuah perjuangan yang berkelanjutan, yang terus menerus kita perjuangkan untuk menegakkan nilai-nilai agama untuk mencari rida Allah SWT dengan kemuliaan, mutu, dan berkualitas. Jihad itu sesungguhnya memperjuangkan quality of life atau kehidupan berkualitas yang tentunya diridai oleh Allah SWT,” jelasnya.
Dirjen menjelaskan, dengan makna yang dalam ini, Nabi Muhammad SAW meletakkan jihad fi sabilillah pada tempat pertama. “Karena jihad di jalan Allah itu dilakukan sepanjang hayat kita. Jadi sepanjang hidup, kita harus terus berjuang melakukan yang terbaik, berjuang untuk menegakkan agama, nilai, dan ajaran Allah dalam kehidupan kita,” jelasnya.
Dirjen menambahkan, dalam memperjuangkan kehidupan berkualitas tidak hanya mengedepankan nilai-nilai vertikal dan universal, tetapi juga nilai-nilai sosial.
“Banyak sekali riwayat yang menjelaskan tentang etika sosial umat Islam, bagaimana umat Islam memperkenalkan etika sosial. Jadi sekali lagi berjihad adalah berjuang untuk menegakkan kalimat Allah dengan penuh kemuliaan, tidak hanya berorientasi kematian tetapi juga orientasinya kehidupan yang berkualitas,” kata Dirjen Bimas Islam.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



