Jakarta, Bimas Islam --- Dewi Yukha Nida, wanita kelahiran 1997 tidak pernah mengira bisa meraih juara I Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ) 30 Juz di Kazan, Tatarstan, Rusia pada ajang The Holy Quran Recitation Competition Kazan OIC Youth Capital 2022.
Wanita yang akrab disapa Nida itu mengenang, sejak duduk di Madrasah Aliyah pada 2013, setiap tahajud bermunajat agar menjadi juara MTQ Internasional.
“Saat Aliyah, dalam tiap Tahajud saya berdoa agar menjadi juara MTQ Internasional. Gak nyangka doa 9 tahun lalu terkabul tahun ini,” cerita Nida kepada bimasislam, Senin (23/5).
Nida mengenang, jangankan membayangkan menjadi juara, sampai ke Rusia saja ia merasa bingung. Perjalanan panjang ke Rusia merupakan yang pertama kali tanpa adanya keluarga.
“Jangankan ke Rusia, mau ke warung saja saya selalu ditemani. Tidak pernah sendiri,” katanya sambil tersenyum.
Kegelisahan yang berkecamuk di hati Nida menjelang keberangkatan, membuat dirinya meminta petunjuk Ilahi dan saran orang tua. Dalam Tahajudnya, Nida memohon pertolongan agar dimudahkan ke Rusia.
“Di setiap doa hanya muncul bayangan ini loh kesempatan. Allah ingin mengabulkan doamu,” ujar Nida
Setelah yakin dan mendapat restu dari kedua orang tua, Nida memutuskan berangkat untuk mengharumkam nama Indonesia. Ia juga teringat pesan Kedutaan Besar Indonesia di Rusia, dirinya wajib datang.
“Kalau tidak datang Indonesia dimasukkan daftar hitam (blacklist),” ujarnya.
Nida tidak menyangka, kemudahan menemaninya selama berada di negara pecahan Uni Soviet itu. Setelah menempuh perjalanan panjang selama 24 jam, ustazah asal Trenggalek, Jawa Timur ini harus segera tampil keesokan harinya.
“Alhamdulillah lancar. Tidak merasa lelah berkat doa semuanya,” tutupnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



