Cilacap, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam Kabupaten Cilacap, Aid Mustaqim memiliki cara khusus untuk memberikan pencerahan kepada narapidana kasus terorisme (napiter). Cara ini ditemukan Aid setelah mengamati dan memberikan penyuluhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan sejak 2013 lalu.
"Ceramah jelas tidak masuk. Saya akhirnya menggunakan pendekatan kemanusiaan yang dibumbui dengan cerita," ungkap Aid melalui pesan suara kepada bimasislam, Jumat (17/9/21).
Aid menyampaikan cerita para Nabi dan cerita lain yang menarik. Katanya, narapidana yang berada di sel risiko tinggi sempat tidak peduli. Dengan kesabaran, akhirnya mereka membuka diri.
"Kalau sel risiko tinggi ini satu orang satu sel. Napi diborgol di tangan dan kaki. Saya dikawal dua petugas," katanya.
Aid menambahkan, setelah memberikan bimbingan dan penyuluhan ada tim akademik yang memberikan masukan kepadanya.
"Setelah mereka mau bicara, kita menggunakan narasi pembanding. Mereka umumnya punya pemahaman, tapi hanya sepihak," tambahnya.
Narasi pembanding ini, tambah Aid, terbukti efektif. Napiter yang awalnya kaku mulai berubah menjadi lebih terbuka. Apalagi ketika pihak lapas memberikan buku yang bisa dipelajari.
"Jika narasi pembanding sudah masuk, diskusi semakin mudah. Biasanya kita mulai membahas hal pribadi, seperti keluarga, pasangan, anak, istri, dan hal sederhana lainnya," terangnya.
Aid mengaku merasa 'seram' saat pertama kali masuk ke Lapas Nusakambangan. Namun, Penyuluh Agama Islam ini akhirnya terbiasa menghadapi para napiter. Pembawaannya yang santai membuat dirinya mudah diterima.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



