Belitung Timur, Bimas Islam -- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Belitung Timur, Novarianto menyambut baik Program Pemberdayaan Ekonomi Umat yang digelar Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Menurutnya, program tersebut merupakan upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan membangun ketahanan rumah tangga muslim di Indonesia, khususnya di Belitung Timur.
Hal itu disampaikannya saat ditemui wartawan Bimas Islam usai kegiatan Workshop KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat di Belitung Timur, Rabu (24/5/2023).
“Ini komitmen Kementerian Agama dalam mengentaskan kemiskinan di suatu daerah, dan upaya pemerintah mengurangi perceraian akibat ekonomi,” jelasnya.
“Peresmian KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat ini menjadi momentum untuk langkah kemajuan berikutnya bagi Kementerian Agama,” imbuhnya.
Novarianto mengatakan, selain meningkatkan ekonomi, bantuan dari program ini juga dapat memantik masyarakat untuk membangun usaha keluarga.
“Kami sangat berharap dengan bantuan ini, ekonomi masyarakat akan terangkat. Kita harapkan ekonomi dapat berkembang lebih jauh, dan dapat memancing masyarakat untuk melakukan usaha yang bisa menambah penghasilan keluarga,” tuturnya.
Novarianto mengungkapkan, penerima manfaat dari Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat ini berjumlah 10 orang. Masing-masing diberi bantuan sebesar Rp10 juta.
Dalam kesempatan itu, Novarianto juga mengajak masyarakat, khususnya Pegawai Negeri Sipil untuk berzakat di lembaga resmi.
“Untuk Belitung Timur, penerimaan zakat ini masih di bawah standar. Dalam laporan BAZNAS, masih di bawah 500 juta pertahun. Mungkin belum ada kesadaran, terutama dari PNS-PNS terkait dengan zakat profesi,” ujarnya.
Diketahui, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor bersama Kanwil Kemenag Bangka Belitung meresmikan secara serentak Workshop KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat untuk lima titik, yakni Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan D.I Yogyakarta, pada Selasa, 23 Mei 2023.
Ba/Mr



