Kulon Progo, Bimas Islam -- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kulon Progo, Wahib Jamil menghadiri kegiatan pengajian aparat di Balai Kalurahan Jatirejo, Lendah, Rabu (14/12/2022) pagi. Dalam kesempatan ini, ia menekankan, moderasi beragama merupakan pondasi kerukunan umat.
"Dalam beragama, hendaklah kita lakukan secara moderat atau seimbang. Sehingga tidak menjadi orang yang radikal, namun juga bukan liberal," ujar Wahib.
Wahib mengemukakan, ada 3 tantangan besar yang dihadapi oleh umat beragama di Indonesia. Ketiga tantangan tersebut, di antaranya berkembangnya cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang berlebihan (ekstrem), serta mengesampingkan martabat kemanusiaan.
"Yang kedua, berkembangnya klaim kebenaran subjektif dan pemaksaan kehendak atas fungsi agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik berpotensi memicu konflik," lanjutnya.
Selanjutnya, ia menyampaikan, adanya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI. Ketiga hal tersebut, menurutnya, dapat memicu potensi konflik horizontal di tengah masyarakat.
"Untuk itulah moderasi beragama menjadi sangat penting, dengan indikator adanya komitmen kebangsaan, sikap toleransi, dan anti kekerasan, baik verbal maupun nonverbal," lanjut Wahib.
Wahib menyampaikan, agama diturunkan untuk menjaga keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk itu, ia mengajak umat Islam untuk memahami ajaran yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.
"Agama untuk menjadi inspirasi sehingga akhlak menjadi lebih baik. Ajaran agama mengajak kita untuk membangun tali persaudaraan di antara semua umat manusia," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



