Belitung Timur, Bimas Islam -- Kepala Kanwil Bangka Belitung, Tumiran meminta kepala KUA Manggar untuk mengawal penerima manfaat program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat di wilayahnya. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat bisa benar-benar merasakan manfaat program dan peningkatan ekonomi.
Hal itu disampaikannya saat dihubungi wartawan Bimas Islam, Rabu, (24/5/2023) usai peresmian Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat di Belitung Timur.
“Pesan pada Ali (Kepala KUA Manggar), agar program ini dimonitor, dipantau, dan digerakkan terus, agar umat (bisa berakselerasi) dari penerima, menjadi pemberi,” jelasnya.
Tumiran menegaskan, program KUA pemberdayaan ekonomi umat yang telah diverifikasi dan ditetapkan di KUA Manggar harus tepat sasaran. Ia berharap, program ini bisa mengembangkan usaha penerimanya.
“Program ini tepat sasaran. Tidak terbatas pada administrasi saja, tapi penerima manfaat bisa berkembang usahanya dalam waktu 1-3 tahun, sehingga memberdayakan masyarakat," ungkapnya.
Tumiran juga mengungkapkan, Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat hanyalah pancingan dari pemerintah agar perekonomian umat terbantu.
“Ini adalah stimulan dari pemerintah melalui Kementerian Agama yang diterjemahkan Direktur (Zakat dan Wakaf) dengan segala sistem administrasi yang telah diminta,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta pengelola zakat untuk meningkatkan jumlah dana zakat yang dikumpulkan. Tidak hanya itu, ia berpesan, dana zakat bisa dikelola untuk pengembangan usaha masyarakat.
“Mari kita tingkatkan pengumpulan zakat ini, sehingga bisa dikelola. Bukan untuk hal yang instan yang langsung habis,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KUA Manggar, Muhamad Ali mengaku telah melakukan verifikasi dan menyeleksi calon penerima manfaat dengan hati-hati dan penuh ketelitian. Ia menyebut, pihaknya sempat melakukan survei langsung terhadap calon penerima manfaat.
“Saya sangat berterima kasih atas ditunjuknya KUA manggar untuk menjalan program ini. Diharapkan program ini berjalan tiap tahun,” jelasnya.
Ba/Mr



