Serang, Bimas Islam -- Kepala Kanwil Kemenag Banten, Nanang Fatchurochman mengatakan, lokasi dakwah di kampung mualaf suku Baduy Lebak Banten sangat strategis, terutama menjelang tahun politik. Menurutnya, masyarakat mualaf Baduy sangat rawan dijadikan obyek sasaran kampanye politik identitas.
“Pilihan (lokasi dakwah) ke Baduy mualaf sangat strategis dan penting, terutama kampung mualaf, apalagi menjelang tahun politik. Kita tidak ingin mereka dimasuki pihak yang tidak bertanggungjawab, menjual politik identitas agama kemudian menjadi politik praktis,” jelasnya saat dihubungi wartawan Bimas Islam, Rabu (26/4/2023).
Ia berharap program ini dapat terus berlanjut, dan Banten tetap menjadi lokasi pilihan Kementerian Agama. Menurutnya, masih banyak daerah di Provinsi Banten yang belum tersentuh.
“Mudah-mudahan Banten tetap menjadi prioritas dalam program ini,” jelasnya.
“Perlu pendekatan khusus untuk masyarakat di kepulauan (sekitar Banten). Mereka juga butuh siraman rohani dari kita semua,” sambungnya.
Sementara itu, Koordinator Fungsi Dakwah dan Hari Besar Islam, Lubenah mengatakan, program pengiriman dai ke wilayah 3T yang dilaksanakan Bimas Islam selama Ramadan 1444 H lalu sangat bermanfaat dan berkesan bagi masyarakat. Meski demikian, ia mengungkapkan, peningkatan kualitas dai perlu terus dilakukan. Ia berharap, ke depan, cakupan wilayah dakwah dalam program ini dapat diperluas.
Lubenah juga meminta para dai untuk menyusun laporan, menceritakan rintangan dan tantangan, serta potensi dakwah di wilayah tugasnya masing-masing.
“Dalam laporan, diharapkan bisa disempurnakan, sehingga tantangan yang ada di daerah dai 3T bisa kelihatan. Ini menjadi bahan menyusun peta dakwah, khususnya di Provinsi Banten," pungkasnya.
Diketahui, program pengiriman dai ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) wilayah Banten secara resmi ditutup di Kanwil Kemenag Banten, Selasa (18/4/2023).
Ba/Mr



