Gorontalo, Bimas Islam --- Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Syafrudin Baderung mengajak mahasiswa untuk menjadi agen literasi zakat dan wakaf. Hal ini disampaikan saat menjadi narasumber kegiatan Kampanye Nasional Gerakan Literasi Zakat dan Wakaf, Selasa (7/6/2022).
Syafrudin menyampaikan, literasi masyarakat terhadap wakaf hanya sebatas tanah dan bangunan. Hal ini, menurutnya, perlu ditingkatkan dengan melibatkan para mahasiswa dalam hal manajemen pengelolaan wakaf agar berkembang dan produktif.
"Adik-adik mahasiswa mungkin bisa membentuk suatu badan yang dapat mengelola dana sosial, sekaligus menjadi sarana menggaungkan literasi wakaf," ujar Syafrudin.
Syafrudin menilai, antusias mahasiswa terhadap kegiatan sosial sangat tinggi. Hal ini terbukti ketika terjadi musibah bencana alam, para mahasiswa langsung bergerak untuk menggalang bantuan dana.
"Saya mendukung aksi seperti ini, apalagi kalau di kampus masing-masing dibentuk Lembaga Amil Zakat yang menjadi salah satu UKM," lanjutnya.
Syafrudin mengingatkan, dalam pengelolaan dana sosial harus berhati-hati agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu, lanjutnya, perlu adanya sinergi bersama sejumlah stakeholder zakat dan wakaf.
"Jika kita semua bergerak, saya yakin program pemberdayaan masyarakat akan berjalan dengan baik dan mengatasi sejumlah masalah sosial," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



