Banyuwangi, Bimas Islam --- Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Husnul Maram menjadi narasumber dalam Pembinaan Penghulu di Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (26/2/22). Dalam kegiatan tersebut, Husnul mengajak 47 peserta yang terdiri dari Kepala dan Penghulu untuk mengaplikasikan moderasi beragama.
“Moderasi beragama merupakan cara bersikap baik lisan maupun tulisan serta perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Bagi yang beragama Islam ya harus sesuai ajaran Islam. Bagi yang beragama Hindu ya sesuai ajaran Hindu,” terang Husnul.
Dalam memberikan layanan, lanjut Husnul, Penghulu perlu memperhatikan kearifan lokal serta afiliasi organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam yang dianut masyarakat. Menurutnya, pengetahuan ini penting agar Penghulu semakin toleran dan bersikap bijak dalam memberikan layanan serta bergaul dengan masyarakat.
"Misalnya ada Penghulu yang anggota Muhammadiyah memberikan layanan keagamaan kepada warga Nahdlatul Ulama. Setelah akad nikah ada acara walimah. Saat walimah ada pembacaan Maulid Al-Barzanji, maka saat Mahalul Qiyam silakan ikut berdiri sebagai bentuk menghormati. Begitu pun sebaliknya," katanya melanjutkan.
Selain penerapan moderasi beragama, Husnul juga mengajak peserta untuk menyukseskan program prioritas Kemenag Pusat, seperti Revitalisasi KUA dan Transformasi Digital.
Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Kankemenag Banyuwangi, Moh. Amak Burhanudin. Amak memotivasi Kepala KUA dan Penghulu untuk terus melakukan inovasi layanan. Apalagi, Pemkab Banyuwangi memiliki program Banyuwangi Reborn yang memberikan dukungan serta fasilitas terhadap inovasi layanan masyarakat kepada masyarakat.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



