Pontianak, Bimas Islam --- Kepala Knwil Kemenag Provinsi Kalbar, Syahrul Hadi menyatakan, program KUA Percontohan Ekonomi Umat merupakan upaya nyata Kemenag dalam pengentasan kemiskinan.
"Berdasarkan survei Litbang Kompas tahun 2022, hampir 10% masyarakat Indonesia atau sekitar 29,3 juta jiwa masih berada di garis kemiskinan," ujar Syahrul saat memberikan sambutan peresmian KUA Percontohan Ekonomi Umat di Kantor Kemenag Kota Pontianak, Kamis (24/6/2022).
Maka dari itu, lanjut Syahrul, upaya pengentasan kemiskinan melalui optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) perlu dilakukan Kemenag bersama sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
"Apabila kita benar-benar menggunakan dana ZIS secara optimal untuk kesejahteraan umat, maka angka kemiskinan sebesar 10% dapat ditekan," imbuhnya.
Syahrul mengatakan, dengan adanya program KUA Percontohan Ekonomi Umat, maka kinerja jajaran KUA semakin bertambah. Namun, ia meminta, agar hal tersebut tidak dijadikan sebagai beban.
"Dengan bertambahnya amanat ini, insyaallah juga akan bertambah pahala bagi kita semua apabila menjalaninya dengan penuh keikhlasan," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



