Kendari, Bimas Islam --- Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Zainal Mustamin mengapresiasi gelaran Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI). Menurutnya, perhelatan yang dilaksanakan di 34 provinsi dan tingkat nasional oleh Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag ini merupakan sarana sosialisasi moderasi beragama.
"Syiar dakwah yang sejuk, tidak menggurui, dan elegan bisa disampaikan melalui film pendek. Tentu ini sejalan dengan moderasi beragama yang mengajak masyarakat mengamalkan agama secara moderat," ungkap Zainal di Graha Moderasi Beragama Kanwil Kemenag Sultra, Kendari, Jumat (19/8/22).
Cara beragama moderat, lanjut Zainal, harus terus disosialisasikan termasuk melalui media sosial dengan menggunakan film. Pasalnya, tambah Zainal, media sosial menjadi medan promosi pemikiran yang bebas digunakan oleh pihak mana pun.
"Di media sosial dijumpai pula cara dakwah yang terlalu dogmatis dan mendoktrin. Cara dakwah seperti ini berpotensi membuat masyarakat menjadi ekstrem karena dogma dan doktrin berujung pada pemaksaan," terangnya.
Secara khusus, Zainal menyampaikan apresiasi kepada putra daerah Konawe, Sultra, Dedeng. Film karya Dedeng, Doa yang Tersirat menjadi Juara 2 Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) Tingkat Nasional Tahun 2022.
"Prestasi ananda Dedeng ini merupakan motivasi untuk talenta muda lain di Sultra. Sangat membanggakan karena juara di tingkat nasional," tandas Zainal yang didampingi Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Sultra, Jumaing.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



