Padang, Bimas Islam --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Hendri melantik 31 penghulu hasil Uji Kompetensi Tahun 2020 di Aula AB 1 Kanwil Kemenag Sumbar, Rabu (7/4) petang. Pelantikan tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan penghulu di wilayah Sumbar.
Hendri mengatakan, para penghulu yang lulus, terutama untuk Kabupaten Dharmasraya dan Padang Pariaman, penghulunya hanya 1 orang per Kecamatan tapi mampu sekaligus merangkap sebagai Kepala KUA.
"Data kebutuhan penghulu sampai hari ini, terutama kebutuhan penghulu di Indonesia mencapai 17.289. Sementara penghulu yang ada tercatat baru 8.336 orang. Artinya baru terpenuhi penghulu di Indonesia sebesar 48,21 persen,” kata Hendri dalam keterangannya.
Ia mengungkapkan, untuk Sumbar sendiri, jumlah penghulu sebelum pelantikan yang baru adalah sebanyak 294 orang dari 443 kebutuhan penghulu di Sumbar. Artinya, pemenuhan kebutuhan penghulu di Sumbar sudah mencapai prosentase 66, 36 persen. “Maka kita bersyukur dengan dilantiknya para penghulu hari ini, sebanyak 31 orang melalui inpassing," kata Hendri.
Hendri mengurai rincian dari total 31 orang penghulu tersebut. Dari golongan III terdiri atas penghulu ahli pertama dan ahli madya 27 orang. Sedangkan golongan IV, penghulu ahli madya sebanyak 4 orang.
“Dengan demikian, maka total penghulu di Sumbar sebanyak 325 orang. Maknanya dari yang dibutuhkan 443 orang, capaian Sumbar telah melampaui angka nasional yaitu 73,36 persen,” urainya seraya menegaskan penghulu adalah jabatan yang sangat strategis dan berperan penting di tengah masyarakat.
Berdasarkan Permenpan RB Nomor 9 Tahun 2019, di mana penghulu bertugas sebagai pelayan, bimbingan nikah atau rujuk, dan bimbingan masyarakat Islam. “Tusi seorang penghulu bukan sekadar menikahkan dan rujuk, tapi memberikan pelayanan bimbingan keluarga sakinah,” ujarnya.
“Penghulu juga memberikan bimbingan dan pelayanan tamu sidang dan pelayanan bimbingan hisab rukyat dan bimbingan syariah. Bimbingan dan pengarahan agama Islam. Zakat dan wakaf, manasik haji yang benar,” tambahnya.
Hendri mengatakan baik buruknya wajah Kemenag ada pada penghulu. Penghulu mesti punya etos kerja yang bagus dalam melayani. Tak bosan-bosan ia mengingatkan 5 S dalam pelayanan yang mesti dilaksanakan ASN yaitu Sapa, Salam, Senyum, Sopan dan Santun.
“Amanat Menag RI Gus Yaqut yang menyatakan sistem KUA menjadi sentral yang kredibel dan berkualitas. Maka KUA harus mampu mengembangkan ekononi umat dengan memaksimalkan wakaf dan zakat. Penghulu juga bertanggungjawab menyukseskan moderasi beragama selain menjadi konsultan agama, rujukan dan laboratorium penyelesaian masalah keagamaan,” pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



