Bogor, Bimas Islam --- Hawa Kota Bogor yang dingin, tak menyurutkan semangat 300 pegawai Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama untuk berkumpul di aula besar sebuah hotel, Jumat (27/09) malam. Mengenakan seragam bernuansa hijau, mereka bersiap mengikuti pembukaan Pembinaan Pegawai yang mengangkat tema Unity, Empathy, dan Productive.
Tak seperti umumnya pembinaan pegawai pada lembaga pemerintahan, yang seringkali terkesan formal dan kaku, suasana pembinaan pegawai Ditjen Bimas Islam kali ini terkesan santai, hangat dan penuh gelak tawa. Bahkan, ketika masuk sesi yang dibawakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, suasana hangat tersebut pun makin terasa.
Ya, malam ini, bak trainer dan motivator profesional, Menag Lukman Saifuddin tampil menyampaikan materi sekaligus membuka pembinaan. "Wah, malam ini saya tidak akan berada di atas podium. Saya akan turun, dan berbincang dengan saudara semua," ujar Menag sambil turun dari podium.
"Saya melihat flip chart, dan akan menggunakan ini selama sesi saya," ujar Menag sambil meminta bantuan panitia untuk menarik papan flip chart yang ada di sudut ruangan.
Menag pun menyampaikan, bahwa di atas kertas putih tersebut, ia akan menggambarkan sebuah gambar dan meminta para peserta untuk memperhatikan.
Pertama, Menag menggambarkan sebuah titik di tengah-tengah kertas putih, dan menanyakan apa yg ada di benak para ASN. Berbagai respon di dapat. Ada yg melihat titik itu sebagai tahi lalat, tompel, noda, semut hitam, dan terakhir kertas putih.
"Dari sekian banyak yg hadir, hanya satu yg tadi melihat ini sebagai kertas putih. Padahal kalau kita lihat, rasio bidang berwarna putih jauh lebih banyak dibandingkan titik hitam yg saya gambar," ujar Menag.
Realitas ini yg perlu disadari oleh ASN Kemenag. Seringkali orang hanya melihat hal yang salah di antara kebaikan yang banyak. "Misalnya, ada ASN Kemenag yang rajin, datang tepat waktu, dan sebagainya, itu biasa saja. Memang seharusnya seperti itu. Tapi kalau ada ASN kemenag melakukan korupsi, maka tanggapannya atau pemberitaannya lebih banyak," kata Menag.
Untuk itu Menag meminta para ASN untuk terus mawas diri dalam menjalankan tugas. Jangan sampai berbuat yang dapat menodai kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan Kemenag, yang ia ibaratkan sebagai bagian putih.
Kedua, Menag menggambarkan kotak-kotak persegi sama sisi. Para ASN diminta menanggapi berapa jumlah kotak yg ada. Ada yg menyebut 1, 16, 17, 21, 22, 128, hingga mengeluarkan rumus. "Amat beragam pendapatnya, bahkan hingga rumus. Ini sudah di luar ilmu yang saya punya," ujar Menag.
Di sini Menag pun menjelaskan bahwa dari suatu yang satu, ternyata memiliki tafsiran yang beragam. "Nah ibarat Al-quran, itu ayatnya satu, tapi tafsirannya bisa beragam. Karena masing-masing mufasir itu punya titik pijak yang berbeda-beda," ujarnya.
Realitas ini menurut Menag perlu dipahami oleh ASN Kemenag khusunya pegawai Bimas Islam. " Kita seharusnya belajar dgn para ulama kita. Tidak satupun ulama kita yang jumawa menyatakan bahwa ku yang paling benar. Kita perhatikan di akhir kitan kuning,selalu diakhiri dengan Wallahualam bi shawab. Ini bentuk kerendahatian. Begitulah seharusnya cara beragama," ujar Menag.
Menag pun berpesan, bahwa ASN Bimas Islam harus menjadi pihak yang mampu mensosialisasikan kerendahatian dalam beragama. "Tunjukkan corak Islam yang rahmatan lil alamin, yang tidak membedakan manusia berdasarkan ras, agama, adat, jenis kelamin, dan sebagainya," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Urais Binsyar Moh Agus Salim mewakili Dirjen Bimas mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk penguatan internal kepegawaian dengan membangun solidaritas dan soliditas pegawai untuk peningkatan produktivitas pada Ditjen Bimas Islam.
"Seluruh pegawai Ditjen Bimas Islam harus memiliki kesatuan arah visi dan mampu mengemban misi yang sama, memiliki empati dalam merasakan kebahagiaan dan kesulitan yang dihadapi orang lain serta mampu memahami perspektif orang lain," tegasnya.
Bertajuk "Unity, Empathy & Productive", kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 27-29 September 2019. Peserta berjumlah 300 orang, yang merupakan pegawai Ditjen Bimas Islam baik PNS maupun Pegawai Pemerintah Non PNS, Sekretariat BAZNAS, dan UPQ.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : Indah Limy
Editor : Indah Limy
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



