Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Tarmizi Tohor mengatakan, program Kampung Zakat di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Bulukumba Sulawesi Selatan yang dicanangkan tahun 2019 telah mengalami banyak kemajuan.
“Program yang dimulai September 2019 ini telah banyak mengalami kemajuan signifikan bagi warga miskin Kahayya sebanyak 497 jiwa,” katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Agama Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/03).
Direktur menjelaskan Kemenag bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui program bidang ekonomi melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam di Kahayya.
“Komoditas di Kahayya adalah kopi dan madu. Jadi kami melakukan pelatihan untuk para petani, pengolahan kopi, dan pembinaan petani madu,” ujarnya.
Menurut Tarmizi, dari hasil kopi dan madu Kahayya, masyarakat dapat mandiri dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia dan diolah menjadi sumber penghasilan.
“Sekarang masyarakat dapat menjual kopi dan madu asli Kahayya dan menjadikan sebagai sumber pendapatan,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



