Lima Puluh Kota, Bimas Islam — Kementerian Agama menargetkan 82 mustahik di Jorong Mangunai, Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, dapat naik kelas menjadi muzaki dalam tiga tahun ke depan.
"Sebanyak 82 mustahik menerima dana manfaat dari program Kampung Zakat. Ini adalah salah satu program kolaboratif, seperti KUA Revitalisasi dan Inkubasi Wakaf Produktif. Diharapkan, pada tahun 2027, mustahik dapat naik kelas," ujar Ketua Tim Pendampingan dan Verifikasi Kampung Zakat Kemenag, Nur Kumala Dewi, di Nagari Ampalu, Senin (7/10/2024).
Dewi menjelaskan, mustahik yang terlibat dalam program ini bekerja di sektor pertanian, peternakan, dan UMKM. Mereka akan mendapat pelatihan, pendampingan, dan pembinaan dari lembaga zakat serta pendamping yang ditunjuk oleh Kemenag.
"Mustahik yang mengikuti program ini memperoleh pembinaan dan pelatihan dari lembaga zakat dan pendamping yang ditunjuk Kemenag," jelasnya.
Dewi menambahkan, tujuan dari program ini adalah menjadikan mustahik naik kelas, sehingga mereka yang sebelumnya penerima zakat bisa menjadi pemberi zakat di masa mendatang. "Mustahik hari ini diharapkan akan menjadi muzaki suatu saat nanti," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemda, BAZNAS, Pemerintah Nagari, dan Pemerintah Jorong dalam menyukseskan program ini, berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh untuk daerah lain.
Kepala Kemenag Lima Puluh Kota, Irwan menambahkan, program Kampung Zakat bertujuan untuk mengembangkan ekonomi syariah dan membangkitkan ekonomi umat. "Program ini dapat menghindarkan mustahik dari kefakiran dan menyelamatkan muzaki dari kekufuran," ucap Irwan.
Kabag Kesra Lima Puluh Kota, Syukraldi Arlen, juga menegaskan komitmen Pemda dalam mendukung program ini. "Pemda siap mendukung dan menyukseskan program Kampung Zakat. Setelah bimbingan ini, kami akan menggelar rapat koordinasi dengan OPD terkait," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Forum Zakat (FOZ) Sumatra Barat juga menyerahkan 32 ton beras kepada mustahik.
Turut hadir dalam acara ini, perwakilan Kanwil Kemenag Sumbar Al Fajri, Ketua Tim Kerja Pemberdayaan Zakat Syaiful Akhyar, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Memen Efendi, Kasi Penmad Lima Puluh Kota Rizki Eka Putra, Ketua BAZNAS Lima Puluh Kota Yulius, Kepala KUA Lareh Sago Halaban M. Syahril, serta perwakilan 11 LAZ di Sumatera Barat, termasuk LAZ DT Peduli, Rumah Zakat, LAZ YBM Brilian, dan lainnya.
Ba/Mr



