Cianjur, Bimas Islam -- Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Cianjur menerjunkan 50 Penyuluh Agama Islam untuk memberi pendampingan trauma healing bagi korban terdampak gempa. Pendampingan trauma healing ini juga melibatkan empat psikolog, yakni Sugeng Widodo, Nurmey Nurulchaq, Irma Sukma Dewi, dan Elissa.
Kasi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Cianjur, Asep Khairul Mu'min mengemukakan, 50 Penyuluh ini telah mendapatkan bimbingan teknis (bimtek) dari Ditjen Bimas Islam. Untuk itu, ia berharap, hal ini akan membantu memulihkan kondisi psikis dari para korban gempa.
"Insyaallah, kami sudah siapkan tim Penyuluh untuk terjun di 16 titik lokasi yang tersebar di 6 kecamatan. Karena saat ini, pemulihan trauma yang sangat dibutuhkan para korban," ujar Asep saat dijumpai di Kankemenag Kabupaten Cianjur, Selasa (20/12/2022).
Asep menjelaskan, saat terjadinya gempa dengan magnitudo 5,6 pada 21 November 2022 lalu, sejumlah gempa susulan masih terjadi selama sepekan. Hal ini, lanjutnya, yang membuat masyarakat masih merasa trauma untuk kembali ke kediamannya.
"Untuk itu, para Penyuluh ini akan mendampingi mereka agar pulih dari rasa trauma tersebut dan meyakini kejadian ini merupakan takdir Allah SWT," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Tim Satgas Penanganan Bencana Kankemenag Kabupaten Cianjur, Shalahudin Al Ayubi mengatakan, sebagian besar para pengungsi kini sudah kembali ke rumah masing-masing. Ia menambahkan, warga yang masih berada di posko pengungsian adalah yang kediamannya rusak berat.
"Menurut pantauan tim di lapangan, memang kini aktivitas warga sudah berangsur normal, hanya sebagian saja yang masih bertahan di posko karena rumahnya sudah tidak bisa ditempati lagi," ungkapnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



