Timor Tengah Selatan, Bimas Islam -- Kantor Kemenag Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar kegiatan Sosialisasi Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kabupaten TTS, Kamis (20/7/2023).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag TTS, Agus Nggiku menyampaikan, stunting telah menjadi persoalan nasional. Ia menjelaskan, stunting adalah kondisi gagal kembang tubuh anak usia balita karena kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial.
“Gejala balita yang tergolong stunting yaitu memiliki ukuran badan yang lebih rendah dibanding anak-anak lain seusianya. Pertumbuhan fisiknya terhambat, rentan terhadap penyakit, dan perkembangan kognitifnya terhambat. Akibatnya, anak akan mengalami masalah pertumbuhan fisik dan psikis di kemudian hari,” jelasnya.
Ia berharap, persoalan stunting menjadi perhatian bersama. “Semua stakeholder dari pusat sampai daerah harus berperan aktif, berkolaborasi, bergandengan tangan, dan bekerja sama untuk menangani persoalan stunting,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan, stunting bisa dicegah dengan penerapan pola hidup sehat, serta memperhatikan gizi makanan dan air bersih yang dikonsumsi keluarga.
Kegiatan Sosialisasi Percepatan Penurunan Angka Stunting itu dihadiri sebanyak 50 peserta yang terdiri dari Kepala KUA dan staf, Kepala dan Guru Madrasah, serta Ketua dan Anggota DWP Kankemenag Kabupaten TTS.
Fn/Mr



