Wonosobo, Bimas Islam -- Kantor Kemenag Wonosobo menggelar Penguatan Wawasan Kebangsaan di Masjid Abu Dardiri, Wonosobo pada Selasa (8/11). Kegiatan ini diikuti oleh 131 penyuluh agama Islam, 16 di antaranya merupakan penyuluh agama Islam PNS.
Kepala Kankemenag Wonosobo, Ahmad Farid menegaskan, penyuluh agama merupakan kepanjangan tangan dari Kemenag dalam menyosialisasikan program ke tengah masyarakat. Karenanya, kata dia, penting bagi penyuluh agama memiliki wawasan kebangsaan yang mumpuni.
"Penyuluh memiliki peran yang strategis dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan terkait kebijakan pemerintah dengan pendekatan bahasa agama. Oleh karena itu penyuluh agama harus memiliki kepekaan yang mengarah pada kerukunan umat," kata Ahmad.
Ahmad menambahkan, penyuluh agama mesti memahamai dampak dari sekecil apa pun konflik yang muncul di tengah masyarakat. Jangan sampai, kata dia, konflik yang dianggap kecil justru menjadi ancaman retaknya kerukunan.
"Penyuluh agama tidak hanya bertindak sebagai pemberi informasi kepada masyarakat, tetapi juga peka terhadap potensi munculnya konflik. Penyuluh agama tidak boleh menyepelekan konflik yang terjadi di masyarakat, sekecil apa pun konflik itu," katanya.
Ahmad berharap, hadirnya penyuluh agama memberi ketenangan dan kenyamanan bagi masyarakat. "Masyarakat jangan segan untuk bertanya atau berkonsultasi dengan penyuluh agama terkait persoalan keagamaan," pungkas Ahmad.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



