Bengkulu, Bimas Islam -- Kanwil Kemenag Bengkulu menggelar kegiatan Literasi Zakat dan Wakaf tahun 2023, pada Senin (15/5/2023). Kakanwil Kemenag Bengkulu, Muhammad Abdu menyebut, Indeks Literasi Zakat di Indonesia mencapai 66,78 atau termasuk dalam kategori menengah. Sementara Indeks Literasi Wakaf hanya mencapai 50,48, masuk dalam kategori rendah. Angka tersebut didapat dari survei Indeks Literasi Zakat dan Wakaf yang dilakukan Kemenag, Puskas BAZNAS, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada 2020.
"Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan, literasi tentang wakaf masih lebih rendah dibanding zakat. Kemenag akan terus fokus meningkatkan literasi zakat dan wakaf pada masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan yang dilaksanakan di seluruh Indonesia," ujarnya.
Ia mengungkapkan, penguatan literasi zakat dan wakaf sangat diperlukan bagi generasi milenial, milenium, serta masyarakat dengan latar belakang pendidikan formal dan non formal. Ia berharap, masyarakat bisa mendapat informasi yang lebih komprehensif mengenai zakat dan wakaf.
Sementara itu, Kepala Bidang Penais Zawa, Arsan Suryani menyampaikan, melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan juga dapat meningkatkan literasi pengelolaan zakat dan wakaf di Bengkulu.
"Tujuan kegiatan ini juga untuk meningkatkan literasi dan kompetensi para pemangku kebijakan dan pengelola zakat wakaf di Provinsi Bengkulu," ungkapnya.
Peserta dalam kegiatan Literasi Zakat dan Wakaf tahun 2003 di Bengkulu ini berjumlah 30 orang, terdiri dari 12 orang perwakilan Kemenag kabupaten/kota, 10 orang perwakilan BAZNAS kabupaten/kota, serta delapan orang dari Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu.
Msk/Mr



