Banjarnegara, Bimas Islam -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah (Jateng) menggelar Kelas Literasi Zakat dan Wakaf di Banjarnegara, Selasa (13/6/2023). Kegiatan tersebut merupakan salah satu program Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf pada Subdit Inovasi, Edukasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf.
Kasubdit Inovasi, Edukasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Wida Sukmawati memberi materi terkait Roadmap Literasi Zakat Wakaf. Roadmap ini disusun Kemenag dalam pelaksanaan program literasi zakat dan wakaf yang terstruktur dan strategis pada rentang tahun 2023 hingga 2027.
“Kita mengajak masyarakat untuk cinta terhadap zakat dan wakaf. Ketika sudah cinta, mereka pastinya ingin tahu apa itu zakat dan wakaf. Kemudian mereka merasa paham. Setelah paham, kemudian akan timbul keinginan untuk menunaikan zakat dan wakaf itu sendiri,” ungkap Wida secara daring.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Musta’in Ahmad menyampaikan, pengelolaan zakat dan wakaf harus menyokong persatuan. Donasi sosial keagamaan, menurutnya, harus tepat sasaran dan terhindar dari penyalahgunaan.
“Dana-dana zakat harus menyokong persatuan, menyokong persaudaraan. Tidak boleh membiayai semangat permusuhan dan perselisihan. Dana-dana zakat wakaf dalam pengelolaannya harus memperteguh komitmen kebangsaan kita,” ucapnya.
Kelas Literasi Zakat dan Wakaf di Banjarnegara ini dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banjarnegara Karsono, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Ahmad Daroji, dan Ketua Nazir Wakaf Uang BWI Jawa Tengah Nur Khoirin YD.
Fn/Mr



