Badung Bali, Bimas Islam – Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Bali, Abu Siri menyampaikan, dana gerakan kesetiakawanan yang bersumber dari filantropi Islam berupa dana zakat, infak, dan sedekah merupakan pilar ekonomi umat. Dana ini mesti dimaksimalkan untuk pengentasan kemiskinan.
Hal itu disampaikannya saat membacakan sambutan Kakanwil Bali pada Kegiatan Koordinasi Program Pengawasan Lembaga Zakat di Provinsi Bali dan NTB di Badung, Rabu (12/07/2023).
“Saya yakin seyakin-yakinnya, bahwa gerakan kesetiakawanan sosial, termasuk gerakan zakat, infak, dan sedekah bagi umat Islam sesungguhnya merupakan pilar ekonomi umat dalam upaya mengurangi kemiskinan,” ungkapnya.
Abu Siri juga meyakini, masyarakat yang menyerahkan sebagian rezeki dengan sukarela untuk dikelola lembaga pengumpul zakat resmi akan melahirkan masyarakat jaya di masa mendatang.
“Pemahaman bahwa gerakan zakat sebagaimana masyarakat menyerahkan sebagian dari rezeki atau hartanya kepada Badan Amil Zakat Nasional atau LAZ untuk dikelola sesuai ketentuan perundang-undangan, umat Islam akan menemui masa kejayaannya sendiri,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini ia pun berharap pengelolaan dan pemberdayaan zakat ini betul-betul dibumikan, disosialisasikan, dan disinergikan. Pada akhirnya, fakir dan miskin yang terbantu dari uang zakat akan semakin banyak.
Ba/Mr
*Fotografer: Budi
*Fotografer: Budi



