Jakarta, Bimas Islam --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama di Hotel Hariston, Selasa (23/11/2021). Acara tersebut diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Perwakilan Kepala KUA, dan Penyuluh Agama Islam se-DKI Jakarta.
Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Cecep Khairul Anwar mengatakan, moderasi beragama menjadi solusi jalan tengah dalam memahami dan mengamalkan agama di tengah revolusi industri 4.0.
“Indonesia saat ini sedang menghadapi revolusi industri 4.0 atau juga yang biasa dikenal dengan istilah cyber physical system, hal ini merupakan kolaborasi antara teknologi siber dengan teknologi otomatisasi,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Perkembangan teknologi yang sangat pesat itu membawa pada beberapa permasalahan. Cecep mengatakan, misalnya di media sosial masyarakat rentan terpengaruh, provokasi, hoaks, hate speech, dan paham-paham radikalisme. “Sebab itulah pentingnya memahami moderasi beragama di era serbadigital ini agar masyarakat tidak mudah terprovokasi, serta terpengaruh pada aliran-aliran radikal,” katanya.
“Saya merasa bersyukur moderasi beragama menjadi program prioritas nasional. Ini sungguh luar biasa! Karena seluruh kementerian, lembaga, dan instansi lainnya harus menjalankan program tersebut,” ungkap Cecep pada acara yang menerapkan protokol kesehatan yang ketat itu.
Cecep menjelaskan, prinsip dasar dari moderasi beragama itu adalah cara pandang sikap perilaku untuk kehidupan bersama untuk kemaslahatan bersama. Oleh karena itu, penguatan dan internalisasi moderasi beragama sangat penting dilakukan.
"Sejatinya, setiap ajaran agama pasti mengajarkan kedamaian, dan setiap agama mempunyai sikap toleransi. Sikap saling menghormati, saling menghargai perbedaan inilah yang harus kita amalkan, karena perbedaan itu sendiri merupakan anugerah Tuhan yang Maha Esa,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Sugito mengatakan, seluruh peserta yang hadir adalah pelopor moderasi beragama. untuk itu ia meminta agar peserta fokus mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai.
"Semua peserta harus mengikuti sampai akhir kegiatan, serta menghentikan sejenak aktivitas di luar,” pungkas Sugito.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



