Bandar Lampung, Bimas Islam -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Lampung menggelar kegiatan Kelas Literasi Zakat dan Wakaf Provinsi Lampung. Selain secara luring di Bandar Lampung, kegiatan tersebut juga dihelat secara daring melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube Literasi Zakat Wakaf, Selasa (27/6/2023).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman zakat dan wakaf masyarakat, khususnya pengelola zakat wakaf untuk tetap berinovasi dalam bekerja.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor memberi arahan pada peserta untuk selalu berinovasi dalam membumikan zakat dan wakaf. Ia mengatakan, pengelolaan zakat di Indonesia perlu ditingkatkan, sehingga zakat dan wakaf dapat menjadi salah satu sektor ekonomi untuk membangun negara.
“Literasi zakat dan wakaf ini sangat diperlukan agar zakat bisa dilakukan dengan benar, begitu juga pelaksanaan wakaf,” ucap Tarmizi.
“Silakan Provinsi Lampung mengkaji potensi dan inovasi dalam meningkatan pengelolaan zakat dan wakaf di Indonesia,” pungkas Tarmizi.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Lampung diwakili Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf, Erwinto mengatakan, zakat dan wakaf sebagai instrumen ekonomi Islam, harus lebih digemakan.
Acara ini juga dihadiri perwakilan MUI Lampung Ahmad Ikhwani yang memberi materi mengenai Moderasi Beragama dalam Pengelolaan Zakat dan Wakaf, juga hadir Retail and Transaction Business Manager BSI Bandar Lampung, Benny Sangjaya mengisi materi terkait Digitalisasi Ekosistem Zakat dan Wakaf. Sementara perwakilan BAZNAS Lampung Asep Abdul Basith menyosialisasikan peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat nasional.
Acara ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari UPZ Kemenag Lampung, BAZNAS Provinsi dan Kota Bandar Lampung, BWI Provinsi dan Kota Bandar Lampung, Penyuluh Agama PNS dan Non PNS Kota Bandar Lampung.
Acara ini juga diikuti siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 dan 2 kota Bandar Lampung, serta mahasiswa dan mahasiswi UIN Raden Intan Lampung.
Fn/Mr



