Kupang, Bimas Islam --- Kabid Bimas Islam dan Haji Kanwil Kemenag Nusa Tenggara Timur (NTT), Husen Anwar secara resmi membuka Penjurian Kompetisi Film Pendek Islam (KFPI) Tingkat Provinsi di Asrama Haji NTT, Kupang, Kamis (9/6/22). Husen optimis, kompetisi ini akan melahirkan film yang memperkuat toleransi di daerahnya.
"Di Nusa Tenggara Timur ini sudah tiga kali berturut-turut mendapatkan indeks kerukunan tertinggi se-Indonesia. Sebanyak dua kali tertinggi pertama. Sebanyak satu kali tertinggi kedua," ungkap Husen.
"Kita terus berkomitmen untuk hidup rukun dan bergandengan tangan dengan semua elemen meski memiliki begitu banyak perbedaan," tegasnya.
Di hadapan Wakil Ketua Dewan Juri Nasional KFPI, Ngatawi Al-Zastrouw, Husen menyebut, NTT memiliki banyak keunikan. Adanya Kompetisi Film Pendek Islami diharapkan menjadi stimulus bagi seluruh elemen untuk mengetahui lebih dalam kekayaan budaya NTT.
"Kalau digali secara mendalam, banyak hal unik yang bisa ditemukan. Banyak keunikan praktik beragama yang bisa digali sebagai sebuah khazanah," tandasnya.
Husen berharap kompetisi yang rutin dilaksanakan Subdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag ini menjadi stimulus bagi generasi muda untuk mengembangkan minatnya di bidang perfilman.
"Kami berbangga dengan adanya kompetisi ini. Kami berharap ini menjadi ajang bagi generasi di NTT untuk terus mencintai budaya, kearifan lokal, dan mengemasnya dalam bentuk film sehingga dilihat banyak orang," harapnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



