Makassar, Bimas Islam -- Tim Kerja Ortala dan SDM Aparatur Kanwil Kemenag Sulsel menggelar Pelantikan Jabatan Fungsional Lingkup Kemenag Sulsel. Pelantikan tersebut dihelat di Aula Utama Lantai II Kanwil Kemenag Sulsel, Senin (10/4/2023).
Pelantikan ini digelar berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI tentang Pengangkatan Pertama PNS dalam Jabatan Fungsional Penghulu dan Penyuluh Agama Islam.
Sebanyak 10 Pejabat Fungsional resmi dilantik. Di antaranya 4 Penyuluh Agama Ahli Pertama, Rostilawati dari Kemenag Bulukumba, Fatma Utami Jauharoh dari Kemenag Bone, Nengsi Nasir dari Kemenag Luwu Timur, dan Firman dari Kemenag Enrekang. Selanjutnya, terdapat 6 Penghulu Ahli Pertama, Nur Aedhin dari Kemenag Jeneponto, Herdy Darmadi dari Kemenag Sidrap, Ahmad Humaidi dari Kemenag Wajo, Sapriadi dari Kemenag Wajo, Muhammad Affandi dari Kemenag Soppeng, Kaharuddin dari Kemenag Bone, dan Ahmad Angka dari Kemenag Sinjai.
Usai pelantikan dan penandatanganan pakta integritas, mewakili Kakanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid memberi ucapan selamat kepada para pejabat fungsional yang telah dilantik. Ia berharap, ada kuota penambahan penyuluh dan penghulu.
“Kami berharap, meskipun jumlahnya dinilai masih kurang, tapi sebagai ASN Kemenag, kita harus berbuat maksimal. Ke depan, semua ASN diharapkan sudah fungsional sehingga kinerjanya terukur dan fokus, karena sesuai dengan kompetensinya,” tuturnya.
Ali Yafid menyarankan kepada para pejabat yang telah dilantik agar terus mengasah kemampuan kreativitasnya , mengembangkan potensi diri, dan tidak menggantungkan harapan pada Diklat atau pelatihan semata.
Terakhir ia berpesan, para pejabat yang telah dilantik harus membiasakan diri untuk melakukan tabayyun dan verifikasi terhadap setiap isu yang berkembang di tengah masyarakat.
“Jadilah inovator, jadilah fasilitator, jangan jadi provokator,” tutup Ali Yafid.
Wcp/Mr



